Selasa, 16 September 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Jika Ketua PWNU Jateng Pidato Tiga Bahasa
Senin, 29/04/2013 01:09

Pemalang, NU Online
Tak mau kalah dengan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang yang pidato dalam dua bahasa saat memberikan khutbah iftitah, Ketua PWNU Jawa Tengah HM. Adnan, MA dalam sambutan pembukaan Konferensi Cabang NU Kabupaten Pemalang menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Inggris dan Jepang.

Kenapa tiga bahasa? Agar PWNU tetap lebih unggul dari Cabang. Kata Ketua PWNU Jawa Tengah HM Adnan, MA di hadapan ratusan peserta Konfercab NU Kabupaten Pemalang di gedung PCNU setempat, Ahad (28/4).

Dikatakan, kemampuan menguasai berbagai bahasa dilakukan ketika dirinya kuliah di Jepang, sehingga kalau saat ini di cabang-cabang masih banyak yang menguasai bahasa Arab dan Indonesia, dan dirinya telah mampu menguasai lebih dari tiga bahasa, meski tidak sempat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sehingga hadirin tidak paham apa yang diucapkan kecuali cuma bisa manggut-manggut saja. 
"Apa yang saya lakukan sebagai Ketua PWNU berpidato dalam tiga bahasa, membuktikan PWNU Jawa Tengah masih memiliki keunggulan dibanding cabang cabang," ujarnya yang disambut gerr peserta dan tamu undangan.

Dikatakan Adnan, NU saat ini sedang bergembira karena warga yang sempat pindah ke aliran lain, secara bertahab kembali ke pangkuan NU disebabkan oleh beberapa hal antara lain, mereka sadar ternyata ikut kelompok mereka bukan semakin tambah ilmunya akan tetapi malah berkurang. Kemudian mereka semakin berkurang amalnya karena yang baisanya bisa tahlil yasinan dan manakiban, tidak boleh lagi, sehingga menyadari apa yang telah dilakukan dianggap justru menyimpang dari ajaran Rasulullah.

Adnan menambahkan, sadarnya mereka kembali ke pangkuan NU karena juga kehilangan harta benda. Pasalnya, harta warisan yang ditinggalkan tidak lagi menjadi milik keluarga ahli waris, akan tetapi telah menjadi milik organisasi yang pernah diikuti.

Beberapa faktor itulah, yang menyebabkan saudara saudara kita yang tersesat telah kembali ke jalan yang benar yakni Nahdlatul Ulama yang kita cintai ini, ujar Adnan.

Adnan berpesan kepada musyawirin, meski jabatan di NU tidak dibatasi berapa kali boleh menjabat, hendaknya juga diperhatikan faktor regenerasi, sehingga kader makder muda NU berkesempatan ikut berkiprah membesarkan NU. Akan tetapi jika pengurus lama masih cukup potensi untuk memimpin, tidak ada salahnya jika diberi kesempatan sekali lagi. 




Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Muiz

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::