Senin, 24 November 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
ENSIKLOPEDI NU
Amtsilati, Metode Baru Ngaji Nahwu
Selasa, 16/10/2012 09:55

Amtsilati adalah kitab atau buku berisi metode membaca kitab kuning secara cepat, yang digagas oleh KH Taufiqul Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah.

Secara bahasa, kata “amtsilati” bermakna “contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami bagi yang ingin belajar kitab kuning.

Sang penggagas lahir pada 14 Juni 1975 di Bangsri, Jepara, Jawa Tengah, anak terakhir dari tujuh bersaudara dari ayah dan ibu seorang petani. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keislaman di kampungnya, dia melanjutkan sekolah di Matholiul Falah, Kajen, Pati, sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Maslakhul Huda, Kajen, yang diasuh oleh Rais ‘Aam PBNU KH MA. Sahal Mahfudh. 

Pada saat yang sama, dia pergi ngalap barakah nyantri di Popongan Klaten dan belajar tarekat Naqsyabandiyah dibimbing oleh KH Salman Dahlawi. Sekarang, dia memimpin pesantren Darul Falah, Jepara, yang didirikannya tahun 2002.

Amtsilati  yang digagasnya  ditulis dalam buku sebanyak lima jilid: satu jilid tentang Khulashah (ringkasan dan intisari kitab Alfiyah Ibnu Malik, yang kitab aslinya terdiri dari 1000 bait nazham); dua jilid Mutammimah (berarti pelengkap dari Khulashah sebelum masuk ke kaidah-kaidah, seperti pembicaraan tentang nashab, rafa’, dan lain-lain, yang merupakan penerapan dari rumus-rumus yang ada di Khulashah). 

Satu jilid Qa`idati (berisi kaidah-kaidah tata bahasa Arab), dan satu jilid Sharfiyyah (berisi tentang pola-pola kata, tambahan-tambahan dalam kata, bentuk masa lalu, masa sekarang, perintah, dan lain-lain).

Sebagaimana khazanah di dunia pesantren, Amtsilati ditemukan dengan berbagai tirakat, wirid, dan ziarah ke makam Mbah Mutamakkin, di Pati. 

Pada saat melakukan dzikir-dzikir di makam Mbah Mutamakkin, dia memperoleh vision bertemu dengan pengarang Alfiyah Ibnu Malik, Mbah Mutamakkin, dan Syaikh Muhammad Baha’uddin an-Naqsyabandi.  Ini salah satu hal yang mendorong Amtsilati ditulis oleh Taufiqul Hakim.

Alasan lain ada tiga hal: pertama, anggapan bahwa membaca kitab kuning itu sulit, dan memerlukan kemampuan penguasaan atas tata bahasa Arab yang dikaji dalam kitab-kitab yang berat, seperti Alfiyah Ibnu Malik, `Imrithi, dan lain-lain, sehingga perlu kitab yang mempermudah. 

Kedua, didorong oleh penemuan metode membaca Al-Qur’an Qira’ati di Semarang, sehingga dibutuhkan metode semacam itu, tetapi dalam hal membaca kitab kuning. Ketiga, tidak semua nazhan-nazham yang dihafalkan dalam kitab kuning yang berkaitan dengan tata bahasa Arab itu digunakan ketika membaca kitab kuning, sehingga dibutuhkan yang ringkas saja.

Metode Amtsilati sebenarnya juga menggunakan nazham tertentu untuk mudah dihafal, terutama Khulashah dan Mutammimah, dan dalam hal ini sama dengan nazham dalam kitab nahwu yang lain. Isinya juga sama dengan kitab-kitab tata bahasa Arab yang lain. Hanya saja, kekhasannya terletak pada.

Pertama, nazham itu diberi arti Arab pegon dengan miring, seperti ngesahi dalam pesantren, sehingga dengan membaca arti Arab pegon ini, yang membaca sudah diajak belajar membaca kitab kuning.

Kedua, kalimat Arab pegon yang berbunyi bahasa Jawa itu, kemudian diartikan dengan bahasa latin Jawa, sehingga kalau terjadi kesulitan dalam membaca pegon dengan bunyi Jawa itu, maka bisa merujuk pada latin Jawanya. Langkah kedua ini sangat membantu untuk mengenal dan membaca kitab kuning gundul, karena diberi alat bantu dengan terjemahan latinnnya.

Ketiga, matan nazham  itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga ini juga mempermudah lagi bagi mereka yang tidak berbahasa Jawa, atau masih kesulitan dengan langkah dua dan langkah tiga. Ini masih ditambah sebagian ada deskripsi penjelasan-penjelasan, untuk memperjelas pokok pahasan, disertai dengan contoh-contoh, kadang diberi kotak-kotak, beserta kedudukan posisi kata dalam tata bahasa Arab yang memperkaya Amtsilati.

Buku Amtsilati  dalam 5 jilid ini, pada awalnya hanya dalam bentuk tulisan tangan, sebagian kemudian difotokopi bagi yang ingin belajar. Setelah itu, tulisan tangan direpro ke dalam komputer yang membutuhkan waktu setahun pengerjaannya, dan kemudian dicetak sendiri oleh penggagas sebanyak 300 buah. 

Setelah tercetak terbatas itu, Amtsilati didiskusikan di gedung PWNU Jepara tahun 2002. Sebagian peserta kemudian menjadi informan secara langsung ke publik, sehingga Amtsilati merambah luar Jepara, dan di antaranya digunakan oleh Pesantren Manbaul Qur’an  asuhan KH Hafizh di Mojokerto. Setelah itu, Amtsilati dicetak 1000 eksemplar dan dalam kurun waktu 4 tahun setelah cetakan awalnya, telah mencapai 5 juta eksemplar, tersebar Jember, Pasuruan, Madura, Kalimantan, Batam, Malaysia, dan tempat-tempat lain.

Buku ini sekarang telah beredar dalam toko-toko buku dengan judul panjangnya Program Pemula Membaca Kitab Kuning, Amtsilati, Metode Praktis Mendalami Al-Qur’an dan Kitab Kuning. Dua orang guru Taufiqul Hakim memberikan kata pengantar, yaitu KH MA. Sahal Mahfudh dan KH Salman Dahlawi. (Sumber: Ensiklopedia NU)

Komentar(4 komentar)
Selasa, 25/12/2012 20:10
Nama: Nurlaili islamiyah
Amsilati
Sekarang ini saya srdang mengikuti metode amsilati ini....,ya,mameng sulit untuk anak yang tidak begitu semangat untuk mempelajarinya.,setelah saya sadar itu.,saya menjadi lebih giat belajar amsilati tersebut..,sungguh,jatuh bangun saya belajar amsilati ini.,sering kali saya menangis karna tidak dapat menghafalnya,tapi..,lagi2 ustad bilang,kunci utamanya adalah...,semangat dan sabar......,alhasil saya sekarang lebih dapat memahaminya....., untuk pelajar amsilati.......,semangat ea....................,
Jumat, 30/11/2012 07:29
Nama: Samsul Arifin
Permintaan
kalau bisa minta soft copy dari buku tersebut, biar lebih mudah.
Selasa, 16/10/2012 13:42
Nama: sobirin
Amtsilati
Ass. Saya Sobirin, Jogja, Saya dapat pesan di http://www.amtsilati.com/. Alhamdulillah, Insyaallah memahami kitab kuning bagi pemula mudah. Aamiin Was
Selasa, 16/10/2012 11:19
Nama: Wildan KMNU UGM
Bagaimana Cara mendapatkannya/ membelinya?
Assalamu'alaikum... Bagaimana cara untuk mendapatkannya/ membelinya? Terima kasih.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::