Ahad, 26 Mei 2013
Language :
Find us on:
Nasional 
JELANG MUNAS-KONBES NU 2012
Jawaban Masail Maudlu'iyah Tidak Halal-haram
Rabu, 05/09/2012 14:19

Jakarta, NU Online
Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyah Munas dan Konbes NU pada 14-17 September 2012 mendatang akan menjawab berbagai persoalan (masail) yang diajukan oleh masyarakat secara konseptual. Format jawaban bersifat argumentatif yang mencerminkan sebuah pemikiran utuh, bukan sekedar halal-haram.

“Kita ingin kembali pada format jawaban pada Munas-Munas NU dulu. Jadi bukan model tanya-jawab,” ujar Sekretaris Komisi KH Mujib Qulyubi kepada NU Oonline, di Jakarta, Selasa (4/9) sore.

Menurutnya, kebijakan  ini merupakan harapan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sendiri. Cara menjawab semacam ini sesungguhnya telah dirintis sejak Munas NU di Situbondo, Lampung dan Lombok. Sajian jawaban lebih argumentatif dilengkapi ta’rif (definisi), adillah (dalil-dalil), serta posisi NU dalam mengambil sikap.

Hal ini akan berbeda dengan jawaban yang diberikan kepada masail waqi’iyah (persoalan-persoalan aktual) yang menekankan pada jawaban hukum atas pertanyaan tentang isu partikular, dan dengan jawaban hukum yang lugas (halal-haram). Masail Maudhu’iyah (persoalan tematik) lebih mengedepankan susunan gagasan berparagraf yang sistematis.

Pada Munas dan Konbes yang digelar di Pesantren Kempek Cirebon ini Komisi Bahtsul Masail Ad-Diniyah al-Maudlu’iyah akan fokus pada tema besar seputar konsep negara dalam prespektif Ahlussunnah wal Jamaah. Isu yang diangkat di antaranya adalah bentuk dan dasar negara, kewajiban rakyat kepada negara, pemerintah yang amanah, kekayaan negara, kedaulatan negara, dan bela negara.


Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis   : Mahbib Khoiron

Komentar(1 komentar)
Kamis, 06/09/2012 00:51
Nama: abdullah hamid
perluasan materi masail diniyah al-maudlu'iyah
perlu diangkat juga konsep hak hak sipil, kedaulatan petani, batasan antara kepentingan negara dengan kepentingan rakyat, tanggung jawab negara, negara kesejahteraan(welfare state), peranan baitul maal oleh negara, penguasaan kekayaan negara utk hajat hidup orang banyak, penelitian nilai2 Islam sejak masa kerajaan nusantara,semoga bermanfaat
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>