Semarang, NU Online
Para ulama sebagai pewaris para nabi adalah pengayom umat. Karenanya, para ulama harus selalu tetap bersama dengan umatnya. Para ulama harus senantiasa berada di pihak rakyat.
Demikian dinyatakan oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Mahfudh Ridhwan di Kediamannya Pondok Pesantren Edi Mancoro di kawasan Bandungan Semarang, baru-baru ini. Menurut Mahfudh, semakin jarang saja ulama yang lebih mengutamakan mengayomi ummat daripada mementingkan dunianya sendiri.
"Meskipun terkadang untuk ngayomi masyarakat, memang menimbulkan beberapa kesulitan. Tetapi perjuangan yang sesungguhnya adalah bersama mereka yang lemah untuk menegakkan kebenaran dan meningkatkan kualitas kehidupan dan ketakwaan," tutur Mahfudh dalam perbincangannya dengan NU Online.
Lebih lanjut Mahfudh menjelaskan, meski makin berkurang, namun para ulama yang masih mengayomi masyarakat menandakan bahwa Allah tidak pernah membiarkan para hambanya kebingungan.
"Yang semakin berkurang inilah yang semakin membuat masyarakat jelas, mana yang ulama beneran dan mana yang hanya mencari kehidupan saja," tutur Mahfudh.
Setiap zaman, tutur Mahfudh, memiliki romantikanya sendiri-sendiri. Tantangan ulama saat ini tentu berbeda dengan tantangan ulama pada masa-masa yang lalu. "Karena itu tidak ada istilah seorang ulama mengirikan kepada ulama lainnya hanya karena berbeda ujian dan cobaannya di hadapan Allah dan umatnya," tandasnya.
Penulis : Syaifullah Amin
"Elitis Pragmatis"
Assalamu Alaikum.Wr.Wb. Wabah sikap sok elitis dan pragmatis menyerang hati para pemimpin. "Wabah" itu masuk tak terlihat mata namun berpengaruh besar akibatnya apalagi bila dimiliki pemimpin umat. Hati-hati mulai dari diri kita sendiri. Wassalamu Alaikum. Wr.Wb
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel






Print
Download
Send







Pref

