Rabu, 23 April 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Tarekat dapat Cegah Konflik Sunni-Syiah
Selasa, 28/08/2012 17:14

Jakarta, NU Online
Konflik antara Sunni dengan Syiah bisa dicegah dengan mengembangkan nilai-nilai tarekat. Ini pas, karena Sunni di Indonesia suka tarekat, yang juga deket dengan Syiah. 

Demikian dinyatakan Wakil Rais Syuriyah PCI NU Mesir Ahmad Syaifuddin pada NU Online, melalui yahoo massenger, Selasa sore (28/8).

"Syiah dan Sunni yang sufi itu sama-sama mencintai ahli bait, khususnya Sayidina Ali bin Abi Thalib. Semua sanad tarekat bermuara ke Imam Ali, kecuali Naqsyabandiyah yang juga punya sanad ke Abu Bakar. Bedanya kalau sufi itu ta'dhim (penghormatan), kalau syiah itu taqdis (pengkultusan). Nah, di situ kesamaan kita dengan Syiah," jelasnya.

Dia mencontohkan bahwa Sunni yang sufi dan Syiah bisa saja mengadakan haul Imam Ali, Hasan Husein bersama-sama, dengan catatan pihak Syiah tidak menampakkan ghuluw atau melampaui batas. 

"Keduanya sama-sama tanazul. Yang beda dari mereka jangan diperlihatkan, yang beda dari kita jangan diperlihatkan," ujar mahasiswa program doktor di Universitas Al-Azhar tersebut.

Dia melanjutkan, konflik Sunni-Syiah tidak bisa diselesaikan dengan debat, bahsul masail, atau munazharah. "Ndak mungkin berhasil itu diskusi," tegasnya.

Syaifuddin berpesan, Syiah di Indonesia jangan seperti Syiah Iran. "Teman-teman Syiah di Indonesia harus melakukan pribumisasi. Kalau di Jawa ya harus njawani, pakai blangkon, pakai bubur abang bubur putih. Kalau di Sumatera yang harus menyesuaikan dengan Sumetera." 

Penulis: Hamzah Sahal

Komentar(5 komentar)
Sabtu, 22/09/2012 15:48
Nama: chairul imam
ISLAM UNITED
sunni wa syiah menurut saya yang orang awam sama2 mengajarkan kecintaan tetapi hanya saja sedikti berbeda. tetapi persamaan antar kedua mazhab ini lebih banyak ditimbang perbedaannya. dan menurut kaca mata saya yg org awam banyak sekali provakator yang ingin menyudutkan syiah bilang saja wahabi. walaupun saya sunni tapi sekarang menajdi pertanyaan bagi saya " mengapa media barat , wahabi dan zionis sangat benci dengan pengikut mazhab jagfari tersebut? ada apa ini ? dan sekarang saya sedang mempelajari syiah akibat konfik sampang tersebut. semoga islam united akan tercipta di seluruh bumi islam.
Sabtu, 22/09/2012 15:46
Nama: orang awam
ISLAM UNITED
bagus ini notenya. tapi sayang di lapangan banyak orang yang melihat "tata sholat" yag sedikit berbeda aja sdh dicap " sesat" padahal jika kita tanyaka pada sunni di indonesia hanya 30% atau kurang yang mengetahuai bahwa mereka "sunni" dan mereka tidak faham akan mazhab. thats fact in our nation. sunni w syiah menurut saya yang orang awam sama2 mengajarkan kecintaan tetapi hanya saja sedikti berbeda. tetapi persamaan antar kedua mazhab ini lebih banyak ditimbang perbedaannya. dan menurut kaca mata saya yg org awam banyak sekali provakator yang ingin menyudutkan syiah bilang saja wahabi. walaupun saya sunni tapi sekarang menajdi pertanyaan bagi saya " mengapa media barat , wahabi dan zionis sangat benci dengan pengikut mazhab jagfari tersebut? ada apa ini ? dan sekarang saya sedang mempelajari syiah akibat konfik sampang tersebut. semoga islam united akan tercipta di seluruh bumi islam.
Rabu, 19/09/2012 11:42
Nama: Masran
Damai Sunni - Syi'ah di Madura
Sebagian besar pengamal thariqat di Madura adalah Thariqat Naqsyabandiyyah. Dalam silsilah thariqat ini, banyak tersebut nama-nama Imam Syi'ah Itsna 'Asyariyah. Seperti Imam Ja'far ash-Shadi, Imam 'Ali alKazhim, dll. Karena itu, jika kesamaan imamah ini di kedepankan, maka sangat mungkin akan mempererat persaudaraan di antara kedua kubu yang bertikai. Tapi, bukankah faktor selain sunni-syiah lebih dominan dlam persoalan Sampang?
Jumat, 31/08/2012 15:07
Nama: hamami
syiah-sunni sufi
ini berita yg menggembirakan karena dr tasawuf sunni syiah bs bertemu.NU sbg tempatnya ahli tasawuf di Indonesia bs mempelopori dialog sunni syiah demi persatuan dan kemajuan Islam sambil tetap menjunjung tinggi keluhuran masing2
Kamis, 30/08/2012 08:45
Nama: Ali Zawawi
Pendidikan Over Dosis
Bisa tarekat jadi alternatif untuk mencegah konflik sunni-syiah. Tetapi mungkin tingkat keberhasilannya rendah. Tidak mudah meminta orang untuk muter-muter dahulu, dengan masuk tarekat, dalam berislam. Salah satu tawaran solusi ialah dengan mengatasi penyebabnya, yaitu pendidikan agama yang over dosis pada materi ajar tertentu, yang parahnya kini telah menghasilkan lulusan yang sudah jenuh. Terlalu banyak ahli agama yang dihasilkan dari 'sistem' pendidikan yang gagal mengambil angle yang relevan dengan perubahan zaman. Bukankah produk yang sudah jenuh cenderung tidak laku di pasaran. Bangkrut...krut, dan hanya menyisakan kecemberutan budaya, gampang marah, mudah tersinggung, mudah menyalahkan orang dan lain-lain. wallahu a'lam
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::