Kamis, 23 Mei 2013
Language :
Find us on:
Nasional 
Sikap Moderat dalam Beragama Jadi Keniscayaan
Jumat, 03/08/2012 08:36

Bogor,  NU Online
Sikap moderat dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa, dan bernegara, dinilai sebagai suatu keniscayaan yang harus dikembangkan di Indonesia. Sikap moderat harus ditanamkan sejak dini, yakni dimulai dari taman pendidikan bernama keluarga.

Demikian diutarakan oleh KH Saeful Millah, ketua Panitia Pesantren Kilat Jurnalistik dan Kepemimpinan se-Jabodetabek kepada NU Online di Bogor, Kamis.

“Sikap moderat yang kini sedang diperjuangkan oleh NU perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh masyarakat. Pasalnya hanya dengan sikap ini, akan terjadi akulturasi dan kedamaian dalam kehidupan beragama dan bernegara,” kata Saeful Millah.

Oleh karena itu, sebagai upaya mengampanyekan sikap moderat di tengah masyarakat, Yayasan At-Tawassuth bekerjasama dengan Kementrian Koordinator Polhukam pada 28-30 Juli lalu menggagas Pesantren Kilat Jurnalistik dan Kepemimpinan di Wisma YPI Jalan Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang dibuka oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Sabtu (28/7) tersebut mendapatkan sambutan hangat masyarakat luas. Sebanyak 500 mahasiswa, santri, pelajar, dan pemuda se-Jabodetabek terlibat dalam kegiatan yang disposnori oleh LKBN ANTARA, Suluh Indonesia, RRI, dan NU Online sebagai media partner.

Menurut Saeful Millah yang juga menjabat sebagai Rais DPW Jam’iyah Ahli  Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI) Provinsi Jawa Barat, kegiatan tersebut sebagai upaya nyata dalam mengampanyekan sikap moderat, yang dikemas dengan pendidikan keterampilan jurnalistik dan wawasan kebangsaan.

“Kampanye sikap moderat perlu dikemas dengan pendidikan keterampilan atau hobi tertentu, agar menarik minat generasi muda,” tegas Saeful. 

Karenanya, kampanye tersebut kami kemas dengan sanlat jurnalistik dan kepemimpinan. “Alhamdulillah respons kaum muda luar biasa,” papar Saeful.

Kegiatan yang mengangkat tema “Mencetak Generasi Pemimpin Komunikatif, Kompetitif dan Berkarakter” ditutup di Pesantren Akasyah Purwakarta oleh Deputi Menko Polhukam Laksamana Pertama Dadang Irawan, Senin malam (30/7).

Selama mengikuti orientasi di Purwakarta sejak Senin pagi hingga Senin malam, para peserta mendapatkan berbagai materi tentang kepemimpinan dan wawasan kebangsaan dari para pakar yang didatangkan dari Kemenko Polhukam.

Saeful Millah mengatakan, kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan Yayasan At-Tawassuth dalam mengisi Ramadhan pada masa-masa mendatang.

“Kegiatan perdana sanlat jurnalistik dan kepemimpinan tahun ini mendapatkan respons dan dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak, baik masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta. Kami akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan pada setiap Ramadhan,” terangnya.

Selain menghadirkan para pejabat negara sebagai narasumber, kegiatan ini juga mendatangkan sejumlah intelektual NU, pejabat daerah dan praktisi media nasional dan lokal.

Selain didukung Kemnko Polhukam, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan sejumlah instansi dan perusahaan, yaitu Kementrian Pertanian, Taman Safari, Indocement, Agricon, dan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ahmad Fahir


Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>