Berita Terkait
Tags:
300 x 80 Pixel
Sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H di kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis (19/7) malam menjadi agak renyah ketika muncul laporan bahwa ada yang berhasil mengamati hilal di Cakung, Jakarta. Lebih renyah lagi karena yang melaporkan hasil rukyat ini adalah salah seorang utusan dari Front Pembela Islam (FPI).
Saat diberikan kesempatan oleh pemimpin sidang itsbat Menteri Agama Suryadharma Ali, FPI langsung unjuk gigi melaporkan bahwa ada empat orang yang berhasil melihat hilal di Cakung pada pukul 17.53 WIB dan telah di sumpah oleh hakim pengadilan agama.
Atas hasil laporan itu, FPI meminta Menteri Agama menetapkan awal puasa jatuh pada hari Jum’at (20/7). Namun sayang permintaan FPI ini tidak direspon positif oleh Menteri Agama. Bahkan anggota sidang itsbat dari NU memberikan penilaian lain terhadap hasil rukyat di Cakung.
Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri meragukan kualitas rukyat di Cakung. Bukan hanya meragukan, tapi mengatakan hasil rukyat di Cakung itu tidak sah dan meminta Kementerian Agama menertibkan tim rukyat di sana.
Ada empat hal, kata Kiai Ghazalie yang menyebabkan hasil rukyat di Cakung tidak shahih menurut ilmu falak. Pertama hilal dilaporkan berhasil diamati pada pukul 17.53 WIB, sebelum waktu maghrib untuk wilayah Jakarta tiba. Padahal menurut ketentuan syariat dan berdasarkan pedoman ilmu astronomi hilal baru mungkin dilihat setelah ghurub, atau terbenam matahari. “Belum maghrib, mustahil mendapatkan hilal,” kata Kiai Ghazali.
Kedua, cuaca di Jakarta, tepatnya di Cakung pada saat diadakan rukyat dalam keadaan mendung. Sementara arah pengamatan hilal di lokasi rukyat Cakung saat ini sudah terhalang gedung-gedung tinggi Jakarta.
“Sudah lama kami mensurvei lokasi rukyat di Cakung. Tempatnya dan alat yang dipakai sangat sederhana. Sementara di barat sana terdapat gedung pencakar langit,” tambah Kiai Ghazalie.
Ketiga, tim rukyat yang menyatakan berhasil melihat hilal adalah orang yang itu-itu saja. Hakim yang menyumpah juga hakim yang itu-itu saja. Sangat kompak. “Tolong disampaikan hakim mana yang menyumpah dan dan di wilayah mana,” kata Kiai Ghazali,
Keempat, ahli falak NU itu mengingatkan, rukyat tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan, dan harus disertai ilmunya. Laporan hasil rukyat tidak cukup hanya dengan sumpah tetapi juga harus disertai data mengenai posisi matahari tenggelam, berapa jarak antara bulan dan matahari, serta bagaimana kondisi kemiringan hilal yang berhasil diamati.
Maka tegas Lajnah Falakiyah PBNU meminta pihak Kementeterian Agama segera mengadakan peninjauan kembali apakah layak Cakung digunakan untuk melakukan rukyat.
“Perlu ada tinjauan dari Kemenag agar tidak menjadi insiden terus-menerus. Ini bikan main-main. Saya minta hakim yang menyumpah dipanggil Mahkamah Agung untuk diperingatkan,” kata Kiai Ghazalie. NU Online juga menerima laporan dari berbagai daerah dan beberapa pesantren bahwa tim rukyat Cakung menyebarkan hasil rukyatnya sehingga membuat gelisah warga.
Alhasil laporan Rukyat Cakung oleh FPI itu tidak diindahkan dalam sidang itsbat. Namun ada yang menarik. FPI menyatakan menolak hasil kesimpulan sementara Menteri Agama terkait hisab-rukyat awal Ramadhan 1433 H yang disampaikan oleh para peserta sidang hanya gara-gara ada satu-dua metode hisab yang dikutip yang bersumber dari barat.
“Kami tidak mengikuti hisab barat. Kami mengikuti metode hisab ulama klasik, Sulamun Nayyirain,” kata perwakilan FPI.
Barangkali FPI tidak tahu sebenarnya banyak sekali karya ulama terbaru di bidang ilmu hisab. Ilmu falak atau astronomi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang, dan tidak hanya berurusan dengan orang barat.
Beberapa saat sebelum menutup pembicaraan, Kiai Ghazali Masroeri mengatakan, FPI lupa atau mungkin tidak tahu kalau pengarang kitab Sulamun Nayyirain sendiri berharap agar karyanya terus dikembangkan, dan terus dikembangkan oleh para ulama dan ahli falak setelahnya.
Penulis: A. Khoirul Anam
keterbatasan manusia
Sdh jelas hadits yg dipakai sama, berpuasalah kamu dng melihat bulan jika tdk genapkan or hisablah. Berani berani nya mendahului keputusan/takdir Allah, bahwa pada hari ini bulan derajatnya segini. Siapa yg menjamin kalo jkt bgr 100 km, saya naik mobil di toll kecepatan 100 km/jam, saya akan sampai 1 jam kemuadian. Hitung2an sih bisa,tapi msh ada takdir bro. Sdh tau dibwh 2 derajat bulan nggak bisa dilihat, please bro jng maksa puasa. Lihat hilal bro, lihat hilal ya.
komentar thd FPI
sy sering kali mendengar kalau ada orang NU berpendapat benar,orang lain pasti berkomentar, "udahlah jangan berselisih tentang itu, semua sama benarnya, mari kita jaga persatuan umat islam", atau kadang2 berkomentar "lebih baik ngurusi orang yg tidak berpuasa aja". Ini kan tidak fair sama sekali.
Pendapat
Udahlah jangan saling bermusuhan yang ada Umat Islam Hacur sendiri gara-gara Umatnya. Mendingan bagaimana cara pemerintah agar menyatukannya.
hormati
hati -hati dengan komentar2 yg memecah umat islam,hati2 ada yg menunggangi,yaitu orang2 yg tidak suka dengan islam. semua tidak ada yg salah. semua benar.INGAT...yg menganggap dirinya yg paling benar justru dia yg tidak benar.kapan islam mau maju klau masalah perbedaan seperti ini terus di besar2kan. ISLAM BERSATU TIDAK BISA DI KALAHKAN
Alamat Kyai Ghozali Masruri
bagi yg menanyakan alamat Kyai Ghozali Masruri, klo tdk pindah, alamat beliau di : Jl. Besi, Komplek Pondok Jaya, Bintaro Jaya Sektor III A. alhamdulillah, kurang lebih 3 tahun (2002-2005) sy sering bertemu, bercengkerama dan hadir di majelis Kyai Ghozali Masruri.
Saling menghormati
Perbedaan sebenarnya karena keyakinan yang telah dimiliki masing-masing individu ( tentunya mereka sudah berilmu atas keyakinannya) . Ada yang mengawali Rabu, kamis, Jumat atau Sabtu. Yang utama kalau kita sudah yakin 1 Ramadhan ya ayo puasa yang bertujuan taqwa ( Bagaimana caranya kita semakin Taqwa)
jum'at awal ramadhan
sebagian besar negeri kaum muslim mulai puasa hari jum'at
hidup djarum
djayalah 76
investigasi kasus cakung
saya setuju almukarom kyai haji ghozali ,harus ada pemeriksaan yang benar di cakung supaya tidak terjadi preseden buruk untuk yang ke sekian kalinya,berupa rukyat kontroversial diatas.
NU harus mengalah
dulu kalau yg orang DEPAGnya orang selain NU, nggak ada beda yg tajam ttg Penentuan ramadhan dan Hari raya. itu karena NU lebih mengutamakan Persatuan dan Kesatuan umat Islam di NKRI, akhir2 ini ketika NU di depan banyak yg tidak suka dan pekerjaannya hanya membuat image NU tidak becus mengurus Umat Islam di Indonesia. padahal realitas membuktikan hal yag berbeda. VIVA NU.
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel






Print
Download
Send






Pref

