Berita Terkait
- Meski Sudah Diprediksi, Warga Diimbau Tunggu Hasil Rukyat
- Lajnah Falakiyah Siap Rukyat di 70 Titik
- NU Imbau Muhammadiyah Tetap Ikuti Sidang Itsbat
- NU Prediksi 1 Ramadhan Jatuh pada 21 Juli
- Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung
- Mencari Titik Temu Awal Ramadhan (2-habis)
- Mencari Titik Temu Awal Ramadhan (1)
Tags:
300 x 80 Pixel
Jakarta, NU Online
Kementerian Agama akan menggelar sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H, di kantor Kemenag Jakarta, Kamis (19/7) sore ini bertepatan dengan 29 Sya’ban 1433 H. Sidang itsbat akan dihadiri oleh perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dan berbagai elemen ormas Islam lainnya, MUI dan para pakar astronomi.
Seperti biasa, sidang itsbat didahului dengan paparan dari pakar astronomi sebelum maghrib dan secara resmi sidang dimulai selepas shalat magrib waktu Jakarta.
Dari NU sidang itsbat akan dihadiri langsung oleh Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri yang didampingi oleh beberapa pengurus.
“Kami siap menghadiri sidang itsbat awal Ramadhan untuk mencari titik temu,” kata KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Rabu (18/7) dalam acara pertemuan Lajnah Falakiyah bersama lajnah, lembaga dan badan otonom NU terkait mekanisme penetapan awal bulan qamariyah dan penjelasan mengenai kemungkinan terjadinya perbedaan awal Ramadhan, di ruang pertemuan gedung PBNU, Jakarta (18/7) kemarin.
Terkait dengan ketidakhadiran Muhammadiyah dalam sidang ini, Kementerian Agama seperti diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abdul Djamil tetap mengirimkan undangan kepada PP Muhammadiyah.
Seperti diwartakan, Muhammadiyah melalui ketua umum pimpinan pusatnya Din Syamsuddin pada Rabu (27/6) lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan tahun ini. Menurutnya, sidang isbat tidak perlu karena pemerintah dianggap tidak menerima aspirasi dari Muhammadiyah.
Sementara itu NU melalui Lajnah Falakiyah telah mengimbau pihak Muhammadiyah untuk tetap mengikuti Sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama hari ini.
“Kita himbau Muhammadiyah untuk tetap ikut sidang itsbat dalam kebersamaan untuk mencari titik temu,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Ahad (8/7) lalu.
Penulis: A. Khoirul Anam
Pertanyaan
Masyarakat malah bingung Pak Din kalau gak ada yang ngurusi masalah agama, apa diserahkan kepada rakyat untuk ngurusi sendiri-sendiri?? ya..kalo semua pinter2 kayak Pak Din, kalo yang kayak saya Pak...terus gmn?????
Saran
Sejak kapan Pak Din mempermasalahkan Kemenag gak untuk ditaati (tidak mau hadir, sidang isbat) sebagai kepanjangan tangan pemerintah, siapa lagi yang ngurusi agama secara legal di negara ini?
tapi
@umar:untuk saudaraku, jangan seperti itulah,, kita semua sama gak ada yang tampil beda, cuma perhitungannya saja yang beda...
Buat Pak Sidabutar
Wa'alaikum salam Pak Sidabutar... Sidang itsbat penentuan 1 Syawal nanti tanggal 29 Ramadhan, bukan sekarang. Karena Rukyatul hilal itu dilakukan tanggal 29, baru di-itsbat untuk menentukan awal bulan.
setuju
setuju sama mas ubed. diudang gitu aja gak mau. ealaahh..
SELAMAT RAMADHAN...
janganlah kita saling menyalahkan. cuma Allah yang tahu.. mungkin kalau muhammadiyah tidak mau ikut sidang itsbat itu hak mereka.. kita sebagai umat tidak boleh merasa paling benar.. Allah benci hal itu
Pesan Ukhuwah Islamiyah
Ass. wr. wb. Muhammadiyah selalu tampil beda, kenapa harus tapil beda wahai saudaraku ??? ukhuwah lebih penting dari segala-galanya...
rosul saja menyusuruh kita melihat bukan menghitung,,,,, nanti bid'ah lhoooo kalu mengada ada,,,apa gak takut kalau dholalah bidah pakai hisab fin naarrrr,,, hiiii ngeri aku...
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ 14.3/1795. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umarradliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau menyebutkan Ramadlan, dan beliau pun bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat Hilal (bulan bati) dan jangan pula berbukan hingga melihatnya (terbit) kebali. Namun, jika bulan itu tertutup dari pandanganmu, makan hitunglah.”
titik temu
Klo menurut sy PP Muhammadiyyah mohon hadirnya bukan dikarenakan untuk mencari titik temu, namun untuk menghormati pemerintahan yg ada di negara kita ini. karena walau bagaimanapun juga kemenag pasti mempunyai aturan tersendiri untuk menentukan awal ramadhan atau awal syawal nanti. Walaupun muhammadiyah tidah mengikuti aturan tsb namun setidaknya hadir dlm rapat tsb.
Untuk Umat
Assalamu'alaikum yang terhormat NU, selain dilakukan sidang itsbat penentuan awal bulan Romadhon, tolong dilakukan juga sidang itsbat penentuan 1 syawal sebelumnya terima kasih
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel






Print
Download
Send






Pref

