Kamis, 27 November 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
Panen Raya, Saatnya Kumpulkan Zakat
Jumat, 08/03/2013 09:08

Tegal, NU Online 
Warga NU desa Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, sedang menghadapi panen raya padi. Bagi para petani, ini adalah musim berkah untuk petani tersendiri, karenanya mereka pun siap mengeluarkan zakat maal yang telah disyariatkan dalam Islam.

Di desa tersebut merupakan desa yang paling komplet pengurus NU-nya sampai ke badan otonom dan semua badan otonom berjalan sesuai dengan roda organisasi masing-masing. Jika kondisi itu dibandingkan dengan desa-desa di Kecamatan Dukuhwaru, sehingga pada musim panen ini Pengurus ranting (PR) NU desa Slaranglor sengaja menjalankan programnya mengumpulkan zakat mal hasil pertanian.

Ketua Panitia Zakat maal H Syamsudin menjelaskan, pembayaran zakat bisa dilakukan secara langsung dari muzakki kepada mustahik, akan tetapi lebih afdhol atau memiliki nilai tambah jika dibayarkan melalui Lembaga Amil Zakat atau panitia pengumpul zakat. Dengan membayar zakat melalui lembaga, maka pengelolaan uang akan lebih baik, dari aspek pengumpulan sampai dengan pendistribusiannya.

“Pengelolaan zakat melalui lembaga mempertimbangkan aspek akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas serta bisa dilihat sejauh mana pertanggung jawabannya,” kata H Syamsudin ketika ditemui dikediamanya, Kamis  (7/3).

Bagi Slaranglor ini bukan pertama kalinya karena tahun-tahun sebelumnya sudah ada pembentukan panitia dan berjalan hasilnya, alhamdulillah para foqoro dan masakin , bisa mendapatkan haknya dari orang-orang yang semestinya bisa mengeluarkanya.  

Berdasarkan pengalamannya, pengelolaan zakat secara tradisional kurang memberi manfaat jangka panjang untuk mengentaskan mustahik menjadi muzakki. Pola yang umum adalah pembentukan panitia zakat ad hoc saat bulan Ramadhan yang mengumpulkan zakat fitrah maupun zakat maal. Zakat tersebut langsung dibagi habis dan setelah Idul Fitri, panitia dibubarkan. Pola yang sama berulang dari tahun ke tahun.

Dana yang diterima masyarakat akhirnya digunakan untuk kepentingan yang sifatnya konsumtif selama lebaran sehingga habis dalam waktu sekejap dan tidak bisa memberdayakan.

“Nah ke depan Dengan adanya lembaga yang lebih bagus , maka dimungkinkan adanya perencanaan dan pendistribusian zakat secara lebih beragam, ada yang dibagikan langsung untuk kepentingan mendesak, tetapi ada juga yang berorientasi jangka panjang seperti beasiswa atau modal kerja,” harapnya 

Di tempat terpisah Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Slaranglor Abdul Kholil mengharap agar panitia yang sudah terbentuk bisa bekerja dengan maksimal. “Walaupun kami tahu persis bagaimana menyadarkan warga begitu sulit, ini bisa terbukti dari sekian banyak muzzaki yang tercatat oleh panitia yang baru sadar betul dan memberikan zakat belum sepenuhnya. “ jelasnya 

Untuk itu besar harapan, masyarakat harus percaya dan ikhlas, bahwa ada hak orang lain dalam harta yang dimiliki . “Yakin dan percayalah Insya Allah tidak akan habis harta anda , malah semakain bertambah. “ imbaunya.




Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Muiz T.

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::