Kamis, 20 Juni 2013
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Menggeleng-gelengkan Kepala ketika Berdzikir
Kamis, 06/09/2012 11:14

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel

Lazim kita melihat dalam berbagai kesempatan baik dalam tahlil, wirid, ataupun acara lain orang-orang menggeleng-gelengkan kepala ketika berdzikir. Ternyata setelah dipertanyakan asal-usul gerakan tersebut, jarang sekali yang dapat menerangkan. Jangan-jangan hal itu merupakan pengaruh tradisi Yahudi?

Atau memang murni ajaran Rasulullah SAW. mengingat belum ditemukan hadits yang menerangkan hal itu. Hanya saja sebagian masyarakat mengakui bahwa gerakan itu mempermudah konsentrasi dalam berdzikir. Tentunya hal ini sangat bernilai positif. Akan tetapi bila dipertanyakan apakah gerakan itu sunnah, atau makruh atau apapun hukumnya?  maka hal yang positif tidak selamanya sejalan dengan hukum syariat.

Namun demikian, guna mendapatkan informasi mengenai hukum menggeleng-gelengkan kepala dalam berdzikir, patut kiranya menelusuri terlebih dahulu apa itu dzikir.

Dalam al-Baqarah 152 Allah memerintahkan kepada makhluqnya untuk senantiasa mengingat-Nya.

فاذكرونى اذكركم...

“Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu”

artinya dzikir adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk mengingat Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam konteks “ingat kepada Allah” ini umat Islam tidak pernah lepas dari tiga hal: doa, wirid dan zikir. Doa adalah permintaan atau permohonan sesuatu kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Wirid merupakan bacaan tertentu untuk mendapatkan 'aliran' berkah dari Allah. Sedangkan zikir adalah segala gerak-gerik dan aktivitas yang berobsesi pada kedekatan atau taqarrub kepada Allah. Me-lafadz-kan atau melafalkan kata-kata tertentu yang mengandung unsur ingat kepada Allah, juga termasuk zikir. Zikir sangat penting karena dalam pandangan kesufian ia merupakan langkah pertama cinta kepada Allah.

Ada dua macam zikir atau ingat kepada Allah: pertama, dzikr bil-lisan, yaitu mengucapkan sejumlah lafaz yang dapat menggerakkan hati untuk mengingat Allah. Zikir dengan pola ini dapat dilakukan pada saat-saat tertentu dan tempat tertentu pula. Misalnya, berzikir di mesjid sehabis salat wajib. Kedua, dzikr bil-qalb, yaitu keterjagaan hati untuk selalu mengingat Allah. Zikir ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak ada batasan ruang dan waktu. Pelaku sufi lebih mengistimewakan dzikr bil-qalb ini karena implikasinya yang hakiki. Meskipun demikian, sang dzakir (seseorang yang berzikir) dapat mencapai kesempurnaan apabila ia mampu berzikir dengan lisan sekaligus dengan hatinya.

Dengan demikian, orientasi zikir adalah pada penataan hati atau qalb. Qalb memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena baik dan buruknya aktivitas manusia sangat bergantung kepada kondisi qalb.

Oleh karena itulah semulia-mulia makhluq adalah mereka yang senantiasa berdzikir mengingat Sang Pencipta. Dalam Ali Imran 191 diterangkan bahwa:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Ayat di atas juga dapat digunakan sebagai petunjuk bahwasannya berdzikir kepada Allah swt sangat dianjurkan dalam berbagai kesempatan dan kondisi. Tidak hanya ketika khusyu’ berdiam diri (tuma’ninah) tetapi juga ketika beraktifitas, qiyaman wa qu’udan baik berdiri maupun duduk, bahkan juga ketika berbaring wa a’la junubihim. Apalagi hanya sekedar menggeleng-gelengkan kepala, selagi hal itu memiliki pengaruh yang positif maka hukumnya boleh-boleh saja. bahkan disunnahkan. Hal inilah yang diinformasikan oleh kitab Fatawal Khalili ala Madzhabil Imamis Syafi’i:

... علمت أن الحركة فى الذكر والقرأة ليست محرمة ولا مكروهة بل هي مطلوبة فى جملة أحوال الذاكرين من قيام وقعود وجنوب وحركة وسكون وسفر وحضر وغني وفقر ...

… saya jadi mengerti bahwasannya menggerakkan (anggauta badan) ketika berdzikir maupun membaca (al-qur’an)  bukanlah sesuatu yang haram ataupun makruh. Akan tetapi sangat dianjurkan dalam semua kondisi baik ketika berdiri, duduk, berbaring, bergerak, diam, dalam perjalanan, di rumah, ketika kaya, ataupun ketika faqir…  

Dengan demikian teringat kita dengan tarian sufi yang dinisbatkan kepada Jalaluddin Rumi. Bagaimana dzikir juga diapresiasikan dalam seni tari.

Redaktur: Ulil Hadrawy

Komentar(10 komentar)
Selasa, 08/01/2013 08:32
Nama: mujiburrahman
ya, aku jadi faham
ketika kita duduk bersilah lalu diam terus berdzikir dengan reflek seni itu muncul dengan sendirinya tanpa sadar kepala bergerak kanan kiri ikuti irama dzikir menambah kekhusuhan, ya aku setuju tapi jangan berlebihan, kalau yang berlebihan bisa jadi makruh, makasih
Kamis, 11/10/2012 10:52
Nama: qomari
ngaji lagi
alhamdulillah ...saya jadi lebih mengerti sekarang...amiin ya robbal alamin
Rabu, 03/10/2012 00:55
Nama: muhammad aji pranomo
aku orang awam yang ingin bertanya
aku pernah ikut dzikir jam'iah Tareqoh Qodiriyah WanNaqsyabandiyyah..... ketika disaat mereka berzikir Laaa illaa ha illallah... awalnya biasa saja, tenang dan normal, lama-lama semakin terasa nikmat, dinikmati, n aku memperhatikan beberapa jama'ah hampir sebagian besar mereka seperti orang yg gak sadar karena asyiknya membaca kalimat tauhid itu.... sedangkan yang ikut itu menurut saya bukan orang awam semua,ada yg memiliki pondok pesantren, minimal mondoknya diatas 10 tahun,,,,
Rabu, 26/09/2012 15:59
Nama: riyadi slamet
Berdzikir sangat bermanfaat
Alhamdulillah dengan berdzikir hati semakin tenang dan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
Sabtu, 22/09/2012 22:58
Nama: Abu Husain Abdulah Mubarok
comment
Ternyata parah sekali agama kelompok ini, semakin dibaca beberapa artikelnya, semakin nampak kebobrokannya... na'uzdubillahi min syarri
Selasa, 18/09/2012 09:22
Nama: gondes
sama
mari kita lakuan yang kita sepakati dan kita saling menghargai yang kita berbeda...
Senin, 17/09/2012 07:57
Nama: Mahmud J
Segala sesuatu ada caranya
Dzikir kepada Allah swt. dengan lisan ada caranya yang bisa didapat dengan berguru kepada Ahlinya, "Fas aluu ahladzdzikri inkuntum laa ta'lamuun".
Ahad, 16/09/2012 06:28
Nama: Cecep El Bilad
Gerakan Kepala dalam dzikir
Sebagai informasi saja, dalam kitab Haqaiq at-Tashawwuf karya Syekh Syekh Abdul Qadir Isa tersedia hujjah-hujjah baik berdasarkan hadits maupun atsar tentang gerakan-gerakan badan saat berzikir,baik sendiri maupun berjamaah.. Terimakasih. semoga bermanfaat. Salam.
Sabtu, 15/09/2012 10:18
Nama: muslikh
dzikir
ya, sy setuju bnget, namun yg perlu diperhatikan adalah agar sbstansi dzikir yaitu ingat kepada al-kholiq betul-betul terjaga terus menenrus. Sy yakin kalau orang sellu ingt Allah mrk tidak akan berbuat jahat.
Jumat, 14/09/2012 08:14
Nama: Fianz
good
saya setuju dg alasan tsb krn menurut guru saya jg spt itu
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefJuni 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> PBNU turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ketua MPR RI H. Taufiq Keimas. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT >>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id >>>