Kamis, 23 Mei 2013
Language :
Find us on:
Ubudiyyah 
Puasa Bulan Rajab
Kamis, 17/05/2012 08:02

Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallam  untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat  bulan haram, ketiganya secara berurutan  adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab. 

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan  ini, Al-Qur’an menjelaskan:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”


Hukum Puasa Rajab

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab. 

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan  berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam  Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan  muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).


Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab: 

• Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

• "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

• Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

• "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku." 

• Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.



Yusuf Suharto
Kontributor NU Online, Sekretaris Aswaja NU Center Jombang

Komentar(10 komentar)
Selasa, 22/05/2012 13:58
Nama: udin
kapan???
kapan pelaksanaan puasa rojab dilakukan??? karena orang2 kebanyakan puasa pas di awal saja. apakah ada ketentuan atau dasarnya??? menurut pemahaman saya kok boleh melakukan puasa rojab selama bulan rojab.begitu...mohon ilmunya. terima kasih
Selasa, 22/05/2012 13:37
Nama: Abdul malik
buat mbak tika
Insya Alloh, hari ini tgl 22 mei 2012 adalah tanggal 1 Rajab.
Selasa, 22/05/2012 10:37
Nama: ariyanto
tanggapan u/ agus, dagan, fajri, dkk
assalamu'alaikum wr wb saya rasa untuk dalil sudah diuraikan dengan jelas pada postingan ini... hanya permasalahannya adalah penggunaan buku referensi yang berbeda-beda.. kelemahannya adalah ketika pembaca referensi tidak membaca seluruh buku yang berkaitan dengan dasar hukum yang pasti... untuk itu saya berharap saling menghormati keilmuan dan tidak menjustifikasi karena referensi yang digunakan belum tentu yang paling benar.. wallohu'alam
Selasa, 22/05/2012 09:18
Nama: Redaksi
tanggapan
Wa'alaikum salam, Terimakasi atas tanggapannya. Prinsip kita adalah tidak larut dalam perdebatan soal-soal khilafiyah. Bagi NU, beberapa hadits yang kurang kuat sanadnya, namun menyangkut fadhailul a'mal maka itu dapat diterima, yakni dengan cara merujuk/bersandar pada dalil lain yang lebih sahih sifatnya umum. Dalam konteks puasa Rajab adalah dengan bersandar pada hadits tentang keutamaan-keutamaan puasa, atau keutamaan bulan Rajab seperti dikutip di atas. Jadi kami selalu menyarankan, untuk setiap orang/kalangan yang tidak suka dengan amalan tradisi keagamaan orang NU, atau lebih luas lagi dengan perangkat keilmuan digunakan oleh para ulama dalam memahami nash, maka kami sarankan untuk tidak mengusik apalagi mengganggu. Jika tidak suka ya silakan saja, tidak usah diamalkan, asal kita masing-masing mengetahui dasar hukum dan hikmahnya, serta tetap menjaga ukhuwah islamiyah. Wassalam Redaksi
Selasa, 22/05/2012 07:58
Nama: fajri
mohon pencerahan
assalamu'alikum wr. wb terima kasih kepada redaksi yang telah menampilkan hadist2 tentang anjuran puasa rajab.. namun kami butuh pencerahan apakah hadist2 yang khusus tentang keutamaan puasa bulan rajab itu shahih, karna dari sebagian besar hadist yang ditampilkan tidak ada riwayatnya.. mohon informasinya agar ibadah yan kami lakukan diridhoi Allah swt karna telah berlandaskan hadist yang shahih.. apabila pertanyaan saya ini tidak layak ditampilkan dalam wibsite, mohon untuk kesediannya mengirim jawaban atas pertanyaan saya tersebut kealamat email saya.. terima kasih wassalamu'alaikum wr wb
Selasa, 22/05/2012 07:44
Nama: dagan
mau tanyak
benarkai ini hadits dhoif????? “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
Selasa, 22/05/2012 07:28
Nama: DIYAH LAILA
INFORM MANFAAT
SUKRON ATAS INFORMASINYA
Selasa, 22/05/2012 06:33
Nama: Acep ZSM
Terimkasih
Terimakasih atas ilmunya, insya Allah sangat bermanfaat. Mohon izin untuk diperbanyak dan disebarkan.
Selasa, 22/05/2012 06:16
Nama: Amin
Bulan rojab
Alhamdulillah Bulan rajab telah tiba,,, Mohon di upload hadist yang yang menjelaskan bahwa puasa rojab tidak bid'ah..
Selasa, 22/05/2012 05:50
Nama: Dodik
tanya
Assalamualaikum.. saya mau tanya, tolong di jawab bagi yang mengerti. apakah puasa sunah di bulan rajab ini harus dimulai pada tgl 1 rajab? apakah bila di mulai pada tanggal lain tidak bisa?
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>