Berita Terkait
Tags:
300 x 80 Pixel
Jakarta, NU Onliine
“Orang selalu salah paham terhadap NU yang mengedepankan rukyah. Di zaman modern kok rukyah, bukan hisab. Itu kan tradisional. Orang seperti itu tidak tahu, justru NU itu gudangnya ahli hisab.
Demikian dinyatakan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H.
“Tapi ahli hisabnya NU pasti ahli rukyah. Saya juga perukyah, karena mata saya sudah begini, (kurang bisa melihat) jadi manager para perukyah,” tegasnya.
Kiai Ghazali menjelaskan bahwa NU menggunakan metode rukyah yang berkualitas, didukung dengan ilmu hisab modern. “Kenapa kata “rukyah didahulukan? Karena dalam Al-Quran dan haditsnya begitu,” jelasnya.
Ada perintah lain dalam Al-Quran, yaitu untuk menuntut ilmu, dalam hal ini, konteksnya adalah disuruh menuntut ilmu hisab. Sehingga kedua macam ilmu ini bisa terpadu.
Di NU, sambung Kiai Ghazali, berkumpul para ahli hisab, ahli rukyah, ahli astronomi, ahli fiqih. Itu menyatu kemudian mengadakan pertemuan-pertemuan untuk memprediksi penanggalan beberapa tahun yang akan datang. Mereka berpendidikan dalam dan luar negeri.
“Ada yang dari London, ada dari Prancis, ada dari ITB, latar belakang mereka adalah pesantren-pesaantren NU,” tambahnya.
Di antara mereka juga menciptakan metode-metode baru misalnya Al-Mawaqid diciptakan Dr. Ir, Hafid. Ghazali Muhammad menciptakan Samrotul Fikr. Kemudian di antara mereka juga membuat karya tulis baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Arab.
Penulis: Abdullah Alawi
rukyah baru hisab
dalam penentuan awal bulan qomariyah, dahulukan rukyah. Kenapa harus ikut arab saudi...? secara geografis jelas beda. Indonesia dianggap lebih dahulu karena sistem kalender masehi yang berlaku sekarang mewajibkan indonesia lebih dahulu. coba kalau batas penanggalan masehi dimulai dari (ada di) India. Pasti Arab Saudi lebih dulu dari Indonesia. Kita juga harus mempelajari sistem penanggalan yang berlaku di Arab Saudi seperti apa.
rukyah.....?
benarkah rukyah itu harus dengan mata saja...bisa tidak ditafsiri yg lain? seperti penentuan waktu sholat, saya kira nashnya tidak pake jam, tapi melihat langsung posisi matahari, tapi dalam prakteknya sekarang hampir hanya melihat jam saja? apakah analogi ini tidak sama, trimakasih
rukyah vs wujudul hilal
dalam menjalin ukhuwwah yang dapat menjadikan kita dewasa adalah adanya perbedaan. namun perbedaan sudut pandang dalam menentukan awal dan akhir ramadhan adalah prinsip keyakinan.
kedepankan rukyah
sudah sangat jelas bahwa rukyah harus dikedepankan, ketika rukyah tidak bisa dilakukan baru bisa menggunakan hisab. tak iyeh
Haqqul Yakin
Kami sekeluarga haqqul yaqin dengan apa yang telah diputuskan oleh Kader kader NU dalam menentukan 1 Ramadhan 1433 H dan 1 Syawal 1433 H Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, Uhkuwah Insaniyah Perbedaan itu hal yang biasa Kebersamaan itu luar biasa Damai itu indah
Ijtihat Sulthon
Sebaiknya masyarakat Indonesia mengikuti keputusanPemerintah dalam 1 Ramadhan, 1 Syawal, 10 Dzulhizzah, karena putusan itu bukan ibadah personal, tp berdampak sosial yg lebih luas.
Awal Ramadhan atau Idul Fitri dan Idul Adha
Haji = Arafah. Sehingga Idul Adha di Indonesia harus ikut hari Arafah di Arab walaupun Indonesia lebih cepat +- 5jam pada tanggal 10 kalender Bulan. Arafah sdh kosong bila Idul Adha di Indonesia berdasarkan Rukyah. Awal Ramadhan dan Idul Fitri benar harus Rukyah di Indonesia. Oleh karena perbedaan ORBIT sehingga posisi Bulan selalu berpindah, kadang di utara atau diselatan. Maka dengan Hormat kami mohon dibuat TABEL HISAB AWAL BULAN pada Tanggal Januari s/d Desember yang berupa KOLOM 1.Derajat Bulan 2.Umur Bulan 3.Sudut Bulan 4.Kesimpulan Rukyah atau Tidak. Sehingga saat sidang ISBAT tinggal menunggu HASIL RUKYAH oleh TEROPONG BINTANG yang dapat langsung dilihat pada layar komputer dan langsung online dengan TV. Wassalam. Semoga Bermanfaaft.
Lebih logis dengan Hisab
Kalo mau pake Rukyah sebaiknya tetapkan 4 derajat jangan 2 derajat kalo 2 derajat di Indonesia tdk akan pernah terlihat.
CD Isbat
asw. salah satu yang ditunggu adalah masyarkat tiap PC perlu rekaman sidang Isbat agar masyarakat awam tidak taklid ke muhammadiyyah. wass
rukyah yes
sesuai sabda Nabi harus melihat hilal, bukan wujudul hilal, terus maju team NU, kami mendukungmu....
625 x 100 Pixel
305 x 100 Pixel
305 x 120 Pixel



Print
Download
Send






Pref

