Jumat, 24 Mei 2013
Language :
Find us on:
Warta 
Ahli Rukyah NU, Pasti Ahli Hisab
Kamis, 19/07/2012 11:32

Jakarta, NU Onliine
“Orang selalu salah paham terhadap NU yang mengedepankan rukyah. Di zaman modern kok rukyah, bukan hisab. Itu kan tradisional. Orang seperti itu tidak tahu, justru NU itu gudangnya ahli hisab. 

Demikian dinyatakan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H. 

“Tapi ahli hisabnya NU pasti ahli rukyah. Saya juga perukyah, karena mata saya sudah begini, (kurang bisa melihat) jadi manager para perukyah,” tegasnya. 
Kiai Ghazali menjelaskan bahwa NU menggunakan metode rukyah yang berkualitas, didukung dengan ilmu hisab modern. “Kenapa kata “rukyah didahulukan? Karena dalam Al-Quran dan haditsnya begitu,”  jelasnya. 

Ada perintah lain dalam Al-Quran, yaitu untuk menuntut ilmu, dalam hal ini, konteksnya adalah disuruh menuntut ilmu hisab. Sehingga kedua macam ilmu ini bisa terpadu.

Di NU, sambung Kiai Ghazali, berkumpul para ahli hisab, ahli rukyah, ahli astronomi, ahli fiqih. Itu menyatu kemudian mengadakan pertemuan-pertemuan untuk memprediksi penanggalan beberapa tahun yang akan datang. Mereka berpendidikan dalam dan luar negeri. 

“Ada yang dari London, ada dari Prancis, ada dari ITB, latar belakang mereka adalah pesantren-pesaantren NU,” tambahnya.

Di antara mereka juga menciptakan metode-metode baru misalnya Al-Mawaqid diciptakan Dr. Ir, Hafid. Ghazali Muhammad menciptakan Samrotul Fikr. Kemudian di antara mereka juga membuat karya tulis baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Arab.


Penulis: Abdullah Alawi

Komentar(10 komentar)
Ahad, 12/08/2012 02:38
Nama: herry
rukyah baru hisab
dalam penentuan awal bulan qomariyah, dahulukan rukyah. Kenapa harus ikut arab saudi...? secara geografis jelas beda. Indonesia dianggap lebih dahulu karena sistem kalender masehi yang berlaku sekarang mewajibkan indonesia lebih dahulu. coba kalau batas penanggalan masehi dimulai dari (ada di) India. Pasti Arab Saudi lebih dulu dari Indonesia. Kita juga harus mempelajari sistem penanggalan yang berlaku di Arab Saudi seperti apa.
Jumat, 10/08/2012 22:52
Nama: abyjahier
rukyah.....?
benarkah rukyah itu harus dengan mata saja...bisa tidak ditafsiri yg lain? seperti penentuan waktu sholat, saya kira nashnya tidak pake jam, tapi melihat langsung posisi matahari, tapi dalam prakteknya sekarang hampir hanya melihat jam saja? apakah analogi ini tidak sama, trimakasih
Senin, 06/08/2012 09:42
Nama: ali sadikin
rukyah vs wujudul hilal
dalam menjalin ukhuwwah yang dapat menjadikan kita dewasa adalah adanya perbedaan. namun perbedaan sudut pandang dalam menentukan awal dan akhir ramadhan adalah prinsip keyakinan.
Sabtu, 04/08/2012 19:48
Nama: qudsi
kedepankan rukyah
sudah sangat jelas bahwa rukyah harus dikedepankan, ketika rukyah tidak bisa dilakukan baru bisa menggunakan hisab. tak iyeh
Jumat, 03/08/2012 10:37
Nama: S Sayyid Kastra Prajasnarum
Haqqul Yakin
Kami sekeluarga haqqul yaqin dengan apa yang telah diputuskan oleh Kader kader NU dalam menentukan 1 Ramadhan 1433 H dan 1 Syawal 1433 H Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, Uhkuwah Insaniyah Perbedaan itu hal yang biasa Kebersamaan itu luar biasa Damai itu indah
Jumat, 03/08/2012 10:19
Nama: Fikri
Ijtihat Sulthon
Sebaiknya masyarakat Indonesia mengikuti keputusanPemerintah dalam 1 Ramadhan, 1 Syawal, 10 Dzulhizzah, karena putusan itu bukan ibadah personal, tp berdampak sosial yg lebih luas.
Kamis, 02/08/2012 09:49
Nama: Achmad Amin Siregar
Awal Ramadhan atau Idul Fitri dan Idul Adha
Haji = Arafah. Sehingga Idul Adha di Indonesia harus ikut hari Arafah di Arab walaupun Indonesia lebih cepat +- 5jam pada tanggal 10 kalender Bulan. Arafah sdh kosong bila Idul Adha di Indonesia berdasarkan Rukyah. Awal Ramadhan dan Idul Fitri benar harus Rukyah di Indonesia. Oleh karena perbedaan ORBIT sehingga posisi Bulan selalu berpindah, kadang di utara atau diselatan. Maka dengan Hormat kami mohon dibuat TABEL HISAB AWAL BULAN pada Tanggal Januari s/d Desember yang berupa KOLOM 1.Derajat Bulan 2.Umur Bulan 3.Sudut Bulan 4.Kesimpulan Rukyah atau Tidak. Sehingga saat sidang ISBAT tinggal menunggu HASIL RUKYAH oleh TEROPONG BINTANG yang dapat langsung dilihat pada layar komputer dan langsung online dengan TV. Wassalam. Semoga Bermanfaaft.
Senin, 30/07/2012 16:17
Nama: Ahmad Kosasih
Lebih logis dengan Hisab
Kalo mau pake Rukyah sebaiknya tetapkan 4 derajat jangan 2 derajat kalo 2 derajat di Indonesia tdk akan pernah terlihat.
Ahad, 29/07/2012 09:13
Nama: mustaid
CD Isbat
asw. salah satu yang ditunggu adalah masyarkat tiap PC perlu rekaman sidang Isbat agar masyarakat awam tidak taklid ke muhammadiyyah. wass
Sabtu, 28/07/2012 13:15
Nama: sila
rukyah yes
sesuai sabda Nabi harus melihat hilal, bukan wujudul hilal, terus maju team NU, kami mendukungmu....
Space Iklan
625 x 100 Pixel

Android

Blackberry

iPhone
Buletin Jumat
Senin, 27/02/2012 13:00
Secara bahasa Dzikir dapat dimaknai dengan mengingat Allah swt. Makna ini terkesan sangat abstrak sekali, lalu bagaimanakah dzikir itu sebenarnya?...
Polling
NU harus mengembangkan sektor dunia usaha untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan. Menurut anda, siapa yang harus bergerak
NU sebagai organisasi yang membentuk badan usaha dan menjalankannya
Orang NU saja yang berbisnis, dan mendistribusikan sebagian keuntungannya untuk organisasi
Tidak tahu
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefMei 2013Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Space Iklan
305 x 120 Pixel
>>> Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email: redaksi@nu.or.id. Innalillahi wa inna ilahi raajiuun, telah wafat Anregurutta HM Harisan AS (65) pukul 17.00 WITA di Makassar. Ia merupakan wakil rais PWNU Sulsel yang juga ayahada ketua umum IPNU Khairul Anam HS. Mohon doa dari seluruh warga NU.>>>