Kamis, 24 April 2014
Language :
Find us on:
Warta 
PCNU Nganjuk Bentuk Tim Investigasi MTA
Senin, 26/03/2012 20:01

Nganjuk, NU Online
Mulai provokatif dan vulgarnya gerakan yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan dirinya Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di wilayah Kabupaten Nganjuk, mendorong PCNU Nganjuk memutuskan untuk membentuk Tim Investigasi. Tindakan ini dilakukan menyusul semakin santernya desakan dari akar rumput nahdliyin kepada PCNU Nganjuk agar melakukan tindakan nyata guna dihentikannya segala aktifitas kelompok tersebut.

PCNU sendiri belum dapat mengambil sikap atas desakan tersebut karena belum mendapatkan fakta-fakta yang cukup dan kajian yang mendalam atas isi ajaran maupun praktek yang dilakukan oleh MTA.

“Jika fakta-fakta dan kajian atas ajaran dan praktek keberagamaan yang yang dilakukan oleh MTA menunjukkan bahwa kelompok tersebut sesat atau memusuhi NU, tentu jam’iyah kita tidak bisa tinggal diam,” papar KH Ahmad Baghowi, Rais Syuriyah PCNU Nganjuk. Namun ia juga mengingatkan, bahwa jika tidak memusuhi jama’ah dan tidak mengganggu aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah, kelompok manapun harus diperlakukan dengan baik dan saling bekerjasama antar-jam’iyah Islamiyah agar Islam benar-benar menjadi kuat, sebagaimana wasiat yang pernah diberikan oleh Hadratus Syaikh KHM Hasyim Asy’ari.

Di sisi lain, Ketua PCNU Nganjuk KH M Hammam Ghozali menyatakan bahwa NU sebagai organisasi besar harus bisa bersikap arif namun tegas. Jika yang terjadi adalah perbedaan-perbedaan di permukaan tanpa saling menyakiti, tentu mereka harus diberlakukan dengan cara pandang fastabiqul khairat. Namun jika sudah mengganggu dan membuat keresahan di kalangan nahdliyin¸ ”Warga kita harus mendapat perlindungan, baik dari sisi aqidah maupun lingkungan sosialnya,” tambahnya.

Menurut Abdul Wahid Badrus, Mustasyar PCNU Nganjuk yang juga wakil bupati dan ketua Komite Intelijen Daerah (Kominda) Nganjuk, keresahan ini sudah nampak nyata. Tidak hanya di kalangan warga nahdliyin, namun juga di kalangan lain karena wilayah ekspansi kelompok tersebut akhir-akhir ini lebih bertumpu ke wilayah pedesaan. Jika keresahan ini berlanjut, bisa menimbulkan potensi chaos di akar rumput. Padahal, sebentar lagi Nganjuk akan memasuki tahapan Pemilukada.

”Bisa mengganggu stabilitas keamanan, sosial dan politik yang tentu dapat berimbas negatif pada pelaksanaan Pemilukada 2012 ini,” tandasnya.

Perintah pembentukan tim investigasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi PCNU Nganjuk dengan lembaga dan lajnah di bawahnya pada hari Ahad (23/03/2012) di Aula PCNU Nganjuk. Sebagai Tim Pelaksana, ditunjuk PC Lakpesdam NU Nganjuk yang dibantu oleh PC LBM NU Nganjuk dan PC LPBH NU Nganjuk. Hasil dari investigasi itu nantinya akan menjadi bahan utama dalam rapat gabungan Syuriyah, Mustasyar dan Tanfidziyah untuk menetukan sikap atas gerakan tersebut.

Direktur PC Lakpesdam NU Nganjuk, M. Agus Rahman Hakim menyatakan bahwa kelompok ini sebenarnya sudah cukup lama berada di Nganjuk. Namun jika sekarang ini menggeliat dan menebar keresahan, patut diwaspadai kemungkinan adanya faktor-faktor non keagamaan yang mungkin hadir di belakangnya.

”Semua kemungkinan perlu diperhatikan dengan seksama. Karena itulah yang kita cari nanti bukan hanya sekedar faktor ajaran dan praktek keberagamaan yang mereka jalani selama ini saja, tetapi lebih luas dari itu,” tutur Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk itu.

Karena itu informasi dan masukan dari pihak manapun akan diterima oleh tim dengan tangan terbuka. ”Bisa disampaikan secara lisan maupun tertulis ke sekretariat PCNU Nganjuk, maupun melalui email ke lakpesdamnunganjuk@gmail.com,” tambahnya.

Untuk diketahui, ketegangan mulai terjadi di kalangan akar rumput setelah salah satu anggota MTA di desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Nganjuk, sejak Januari 2012 lalu dengan arogan dan tanpa koordinasi dengan aparat desa dan warga sekitar mulai mengadakan pengajian rutin mingguan di rumahnya dengan peserta pengajian mencapai ratusan orang dari berbagai wilayah di Nganjuk dan sekitarnya.

 Setelah berkali-kali diingatkan oleh ketua RT, RW maupun kepala desa mereka tetap tidak menggubris, maka pada pertengahan Maret lalu ratusan warga masyarakat di Kecamatan Pace melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolsek dan Kantor Kecamatan Pace, Nganjuk, menuntut dibubarkannya pengajian MTA di desa Kepanjen dan desa manapun di wilayah kecamatan Pace dan kabupaten Nganjuk.

 


Redaktur    : Mukafi Niam

Komentar(2 komentar)
Kamis, 13/09/2012 11:28
Nama: lalarahaman
Mari Merenung Dengan Hati Jernih
TERNYATA LEBIH DARI 200 DALIL DARI KITAB WEDHA (KITAB SUCI UMAT HINDU) TENTANG SELAMATAN 7, 40, 100 HARI DLL. pada pada 25hb April 2012 pukul 9.14 ptg • LEBIH DARI 200 DALIL DARI KITAB WEDHA (KITAB SUCI UMAT HINDU) TENTANG SELAMATAN DLL 0leh : ROMO PINANDHITA SULINGGIH WINARNO, (sarjana agama hindu(S1) & pendeta berkasta brahmana, kasta brahmana adalah kasta/tingkatan tertinggi pada umat hindu). Alhamdulillah yang sekarang beliau Romo Pinandhita Sulinggih Winarno menjadi Mualaf/masuk Islam lalu beliau mengubah namanya menjadi Abdul Aziz, sekarang beliau tinggal di Blitar-Jawa Timur. Dulu beliau tinggal di Bali bersama keluarganya yang hindu, Beliau hampir dibunuh karena ingin masuk islam, beliau sering di ludahi mukanya karena ingin beragama islam & alhamdulillah ayahnya sebelum meninggal beliau juga memeluk agama islam. Abdul aziz berharap seluruh kaum muslimin membantu mempublikasikan,menyebarkan materi dibawah ini. Jazakumullahu khoiran katsira. Kesaksian mantan pendeta hindu: ab
Senin, 28/05/2012 17:27
Nama: mahfudz ag
NU terlena dlm mengemban syiar2 agama
keterlenaan nu dlm menemban da'wah,terlihat sekali oleh kader2nya yg banyak keluar jalur semestinya,atk kepentngan individu,yg teryata kemanfaatannya tidak begitu dirasakan,di kalangan nahdiyyiin sendiri ,apa lagi ummat pd umumnya,yg sifatnya duniawi.bahkan menambah keracuan warga nahdiyyiin,dankerenggangan2/perpecahan.sihinnga menjadi penghambat terhadap niat yg mulia yg telah di warisi NU sendiriu,kalau toh NU mau ber main dilur lennya ,maka harus dipersiapkan dgn kebersamaan dgn secara matng,biar tdk jadi masalah di tengah2 dan akhirnya,tanpa melibatkan organisasi namun menjani penopang gerakan organisasi dgn jaringnan terputus,sehingga bila ada sisi negatifnya,tdk menimpa lansung ke NU.niat yg tulus penting dlm kaderisasi dgn ditopang keahlian masing2,apa yg ia sumbangkan.tanpa niatan mencari sumbangan.sehinnga derajat dan martabat terbangun dengan kemandiriannya,keterbukaan penting yg selama ini ,dgn gaya kepemimpinan yg munkin sok.....untk merangkul kader2 yg munkin punya potensi
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::