Selasa, 23 Desember 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Ulama Aswaja Dukung SBY, Berharap Pilih Cawapres Bukan Kalangan Wahabi
Sabtu, 02/05/2009 17:08
Jakarta, NU Online
Para ulama penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) menyatakan mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden pada Juli nanti. Mereka yang tergabung dalam organisasi Ikhwanul Muballighin (IM) itu juga bertekad turut menyukseskan SBY untuk kembali menjadi presiden.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Ikhwanul Muballighin, KH Mujib Khudori, kepada wartawan pada acara Konsolidasi Nasional Ulama Aswaja untuk Sukses Pilpres 2009 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (2/5).

Pertemuan yang dihadiri Ketua Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Nur Muhammad Iskandar, itu diikuti puluhan ulama dari kawasan Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banteng dan Lampung.

Menurut Kiai Mujib, dukungan itu diberikan karena kepemimpinan SBY selama lima tahun belakangan cukup berhasil, terutama dalam pemberantasan korupsi. “Tetap saja ada kekurangan. Tapi, pada umumnya SBY cukup berhasil, terutama dalam hal pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Namun demikian, imbuh dia, pihaknya sangat berharap agar calon wakil presiden yang dipilih SBY kelak bukan dari kalangan penganut paham Wahabi. Sebab, mereka, katanya, sering kali tidak dapat menghormati keberadaan kelompok lain. Mereka juga kerap memfitnah penganut Aswaja sebagai kelompok ahli bid’ah (mengada-ada dalam beribadah).

“Kami berharap Pak SBY memilih cawapresnya dari kalangan (penganut) Aswaja. Jangan pilih cawapres yang Wahabi yang anti-Aswaja, anti-tahlil, anti-kunut, anti-ziarah kubur, dan sebagainya,” terang Kiai Mujib didampingi Sekretaris Jenderal DPP IM, KH Anwar Fadoli.

Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat mempersatukan semua kelompok dan golongan. “Siapa pun yang dipilih Pak SBY (jadi cawapres), kita dukung, asalkan bukan dari kalangan Wahabi. Syukur-syukur kalau yang dipilih dari kalangan nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU),” tandasnya.

Ia tak mau berkomentar banyak ketika ditanya siapakah tokoh dari kalangan nahdliyin yang menurut mereka dianggap pantas mendampingi SBY. “Banyak. Misalnya, ada Lukman Edy (Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa/PKB), Muhaimin Iskandar (Ketua Umum Dewan DPP PKB), dan lain-lain,” sebutnya singkat.

IM menghimpun para ulama penganut paham Aswaja. Kepengurusannya tersebar di 30 provinsi dan 360 kota/kabupaten se-Indonesia. Organisasi ini awalnya merupakan ‘organisasi sayap’ PPP. Namun, kemudian memisahkan diri karena alasan ingin memperluas jangkauan dakwah. Dukungan IM pada SBY, disebutkan tidak hanya pada Pemilu 2009, melainkan sejak Pemilu 2004 silam. (rif)
Komentar(10 komentar)
Kamis, 14/05/2009 21:49
Nama: Omat
---
Sendika Dhawuh Pak Yai
Rabu, 06/05/2009 11:14
Nama: arjuna mBois
Jangan Fanatik NU, Fanatiklah pada ajaran Syari'at Islam
Orang-orang yang ngaku NU jangan fanatik dengan golonganmu. tapi fanatiklah dangan ajaran agama islam yang tidak mencurigai dan menghasut saudara yang lain tanpa bertabayyun lebih dahulu. Setahu saya orang-orang yang dicurigai wahabi dimaksud adalah merekalah orang-orang yang sabar meski difitnah, dihasut dan dicaci. PKS sudah mengeluarkan Bayan pada tanggal 21 Syawwal 1429/21 Oktober 2008 oleh ketua dewan Syariat Pusat (KH. Dr. Surahman Hidayat, MA). Mohon semua instrospeksi diri
Senin, 04/05/2009 11:45
Nama: aini
Hidup Khilafah
saya sangat membenci semua amalan NU.Bid'ah memang harus dihancurkan di Indonesia. Sudah saatnya Khilafah di terapkan di Indonesia.Hanya Khilafah, Umat Islam Indonesia akan sejahtera.
Senin, 04/05/2009 10:49
Nama: ali shodiqin
SBY dan Wapres
PKS... sering memfitnah orang lain, ni berdasarkan yang kulihat sendiri...kami dari Warga NU, tak akan menerima wapres dari PKS...., PKS ....itu aliran yang disebarkan lewat partai..., atas nama dakwah ia menyebarkan faham Wahabi...

maaf untuk orang PKS, saya menolak wapres dari PKS....terang-terangan.
Senin, 04/05/2009 10:36
Nama: naufal
wahabi
apakah Ponpes gontor juga wahabi ? setahu saya Hidayat Nurwahid itu lulusan Ponpes Gontor. Masalah anti qunut, bagaimana dengan Imam Hanafi yg tidak qunut. Imam Syafi'i katakan Hadiah Bacaan AlQur'an tidak sampai sedang Imam Hambali yg katakan Hadiah Bacaan alQur'an sampai. Maaf, Sptnya I_Mubalighin kehilangan sikap Tasamuh dan tawazun. Mari jaga persatuan umat & bangsa.
Ahad, 03/05/2009 21:00
Nama: haris
PENOLONG AGAMA ALLAH YG PASTI MENANG
orang wahabi dan salafi bilang pks ahlul bid'ah, orang jamaah tablig bilang pks ngga nyunah, orang hizbuttahrir bilang pks sudang angga ikut cara nabi, orang islam ktp(abangan) pks islam panatik, muhammadiyah bilang pks islam transional, nu bilang pks paham wahabi,BIN bilang pks ikhwanul muslimin, amrika bilang pks seperti hamas, australia bilang pks nii, sdangkan kader pks hanya mengamal baru satu ayat al-quran pks di benci sedunia : [61:14] Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. yg mperjuangkan yg haq pasti menang.
Ahad, 03/05/2009 07:31
Nama: ony
Wahabi
Aneh sekali padahal PKS sendiri merupakan salah satu kelompok yang dianggap paling sesat oleh Wahabi/Salafi karena membolehkan pemilu dan demokrasi yang mereka artikan dengan dengan thogut dunia .

Lagi pula dengan penolakan kalangan nahdliyin terhadap kalangan wahabi yg menurut pengertian anti Tahlilan, Qunut, Maulid, Ziarah kubur akan banyak yg sekali kelompok yang termasuk kelompok ini

Dengan penolakan ini telah membuka front dengan kelompok Islam selain NU untuk memberlakukan hal yg sama jika ada Cawapres dari kalangan NU yang akan mendampingi SBY yang akan berakibat pada perpecahan antara umat islam yang kita kawatirkan
Sabtu, 02/05/2009 20:08
Nama: alatif
Aswaja
Saya sangat menyokong strategi aswaja yang anti kekerasan,anti diskriminasi, justice for all.Itulah sesungguhnya ajaran Al quran yg indah dan benar. Saya juga menolak ulama2 atau pro wahhabi Radikal,krn mereka menegakan amar makruf nahi mungkar dgn kekerasan, mengharamkan keyakinan orang lain...dan juga ingin mendirikan negara syariat islam diskriminasi dan kekerasan.
Sesungguhnya hanya ALLAH saja yg berhak menghakimi keyakinan dankeimanan orang lain.
Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6:159.
Mari kita sebarkan ajaran2 islam yang santun, sejuk dan menghormati keyakinan orang lain.
salam
Sabtu, 02/05/2009 19:44
Nama: Abang Ade
Wahabi Tidak Berpolitik
Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya hanya ingin sekedar sharing sebagai sesama penganut Ahli Sunnah Waljama'ah. Mohon jangan berprasangka buruk (su'uzhan). Membaca warta yang Anda buat mengenai Ulama Aswaja Dukung SBY, Berharap Pilih Cawapres Bukan Kalangan Wahabi, saya sempat kaget dan agak sedikit tertawa. Istilah Wahabi di sini belum jelas kelompok yang mana? Apakah orang yang tidak bertahlil dan membaca Surat Yaasiin itu berarti Wahabi? Kalau begitu Muhammadiyah, Persis, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), FPI, Jama'ah Islamiyah, Hizbut Tahrir, Jama'ah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Ahmadiyah, Lia Eden, LDII, Jaringan Islam Liberal dan semua orang Islam yang tidak NU alias tidak membaca Yaasiin dan Tahlil itu semuanya Wahabi? Mungkin maksud Anda Salafi atau Jama'ah Tabligh yang mereka bercelana cingkrang (tidak isbal) dan berjanggut lebat. Tapi, mereka semua itu golput. Mohon didefinisikan secara spesifik agar orang yang membaca warta Anda itu sangat paham dan tidak membingungkan. Terima ka
Sabtu, 02/05/2009 19:30
Nama: H.M. SANTOSO
Setuju
Amat sangat setuju, Pak Yai. Kami Pun siap m,endukung Pak SBY jika cawapresnya bukan orang Wahabi. Saya dulu termasuk tim Pak SBY. Tapi utk yg akan datang saya akan melihat dulu cawapresnya. Maaf, bukan karena fanatisme semata, tapi demi persastuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa ini. Fakta berbicara... Mereka para penganut wahabi tidak menghargai dan menghormati orang lain yg berbeda dg mereka. Sedikit-sedikit orang dicap syirik, tahyul, khurafat, dlsb. Ekspansi ke Masjid, kampung, mushalla sekena dan seenaknya. Menghujat, memfitnah kelompok lain yg tdk sepaham. Seolah-olah hanya mereka yg paling benar. Otoriter dan kampungan lagi caranya. Indonesia ini akan kacau kalau mereka pegang.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::