Terbaru
Selasa, 24/07/2012 07:01
Salah satu yang berbeda dari buku “Atlas Wali Songo” adalah tidak dimasukkannya Syekh Maulana Malik Ibrahim ke dalam barisan Wali Songo atau sembilan wali penyebar agama Islam di Nusantara. Seorang warga Gresik, Jawa Timur pun dibuat risau.
Senin, 11/07/2011 15:10
Sebagai sarana untuk mengatur kehidupan bersama, demokrasi bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan sistem budaya, tradisi, hukum dan norama yang ada di masyarakatnya. Kehadiran demokrasi di Indonesia ini diharapkan mamapu menjamin ketertiban kehidaupan, menjamin kesetaraan, menciptakan keadalian dan kesejahteraan.
Selasa, 25/01/2011 13:56
Oleh: Mochammad Maksum Machfoedz
Sedari dini ajaran keadilan ditekankan oleh seluruh aliran keagamaan yang ada di muka bumi, jauh hari sebelum urusan peribadatan dikenalkan. Itulah yang diyakini sebagai maksud utama turunnya agama, maqashidus syari’ah. Keyakinan akan kepentingan keadilan itu pula yang mengajarkan utamanya perlindungan terhadap hak keberagamaan sampai hak privat yang nondiskriminatif (hifdzud din sampai hifdzul ‘irdl), termasuk hak atas keadilan pangan.
Pada masa Nabi Muhammad membangun keberadaban Madinah, urusan keadilan pangan tidak lepas dari perhatiannya. Dalam banyak rujukan standard, salah satunya I’anatuth Tholibin (3-131), disebut bagaimana ketegasan Nabi SAW terhadap potensi ketidakadilan pangan karena ulah penimbunan yang menyebabkan melangitnya harga dan mengakibatkan rumah tangga miskin tidak mampu membeli makanan. Nabi menyebut para penimbun (muhtakir) itu sebagai dosa besar dan dikutuk oleh Allah (la’anahum Allah).
Sedari dini ajaran keadilan ditekankan oleh seluruh aliran keagamaan yang ada di muka bumi, jauh hari sebelum urusan peribadatan dikenalkan. Itulah yang diyakini sebagai maksud utama turunnya agama, maqashidus syari’ah. Keyakinan akan kepentingan keadilan itu pula yang mengajarkan utamanya perlindungan terhadap hak keberagamaan sampai hak privat yang nondiskriminatif (hifdzud din sampai hifdzul ‘irdl), termasuk hak atas keadilan pangan.
Pada masa Nabi Muhammad membangun keberadaban Madinah, urusan keadilan pangan tidak lepas dari perhatiannya. Dalam banyak rujukan standard, salah satunya I’anatuth Tholibin (3-131), disebut bagaimana ketegasan Nabi SAW terhadap potensi ketidakadilan pangan karena ulah penimbunan yang menyebabkan melangitnya harga dan mengakibatkan rumah tangga miskin tidak mampu membeli makanan. Nabi menyebut para penimbun (muhtakir) itu sebagai dosa besar dan dikutuk oleh Allah (la’anahum Allah).
Senin, 03/01/2011 13:20
PEMBANGUNAN ekonomi sangat erat kaitannya dengan pembangunan politik. Tidak mungkin membangun sistem ekonomi tanpa didukung oleh kekuasaan politik yang bebas. Itulah sebabnya untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, para pemimpin bangsa ini menuntut kemerdekaan nasional.
Kita membuat negara sendiri, agar mampu mengelola kebijakan politik secara mandiri, sehingga mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi nasional sendiri. Semuanya ditujukan untuk mengabdi pada kepentingan rakyat dan martabat bangsa.
Kita membuat negara sendiri, agar mampu mengelola kebijakan politik secara mandiri, sehingga mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi nasional sendiri. Semuanya ditujukan untuk mengabdi pada kepentingan rakyat dan martabat bangsa.
Jumat, 17/12/2010 20:14
Hari-hari ini, perbincangan ibukota terjebak isu tentang masyarakat kecil dan usaha kecil yang selama ini mereka anggap pinggiran. Tapi tiba-tiba menjadi begitu penting dalam hingar-bingar Pemerintahan Ibukota Jakarta, ketika keserakahan perpajakan melanda para birokrat. Tidak terlalu salah manakala kalkulasi finansial tersebut dilakukan dan pembengkakan pendapatan daerah, dan berarti pendapatan negara, diproyeksikan.
Meskipun demikian, hiruk-pikuk resistensi yang terjadi semenjak syahwat perpajakan tersebut dilontarkan, tentu harus memperoleh perhatian tersendiri bagi pemerintah setempat untuk secara adil guna memperhitungkan segala implikasi dan kemudian melakukan akomodasi sepenuhnya dalam pemikiran cerdas mereka. Dalam perspektif inilah, para pejabat Ibukota dituntut untuk lebih peka menyikapi segala keputusan ekonomi-politiknya.
Meskipun demikian, hiruk-pikuk resistensi yang terjadi semenjak syahwat perpajakan tersebut dilontarkan, tentu harus memperoleh perhatian tersendiri bagi pemerintah setempat untuk secara adil guna memperhitungkan segala implikasi dan kemudian melakukan akomodasi sepenuhnya dalam pemikiran cerdas mereka. Dalam perspektif inilah, para pejabat Ibukota dituntut untuk lebih peka menyikapi segala keputusan ekonomi-politiknya.
Senin, 01/11/2010 22:14
Berperan tidaknya seorang pemimpin sangat tergantung pada karakter yang melekat pada dirinya, sementara karakter dibangun dalam proses pergumulan panjang yang kadang penuh dengan gejolak dan jatuh bangun serta berbagai suka duka. Semuanya itu membentu menjadi jiwa yang ulet, hati yang teguh dan kemauan yang kuat serta pengabdian yang tak kenal batas. Mbah Maridjan adalah salah satu contoh terakhir yang ditunjukkan kita pada saat ini. Ini sebuah pertunjukan yang sangat tepat dalam sebuah panggung politik nasional yang tidak memiliki karakter, sebab para pemimpinnya tidak memiliki jiwa yang ulet, hati yang tegih serta pengabdian yang mendalam. Semuanya bersifat kontraktual.
Dengan kekuatan spiritualnya Mbah Maridjan telah mampu menajga keseimbangan antara mikrokosmos, manusia yang tercermin dalam dirinya, dengan makrokosmos yakni Gunung Merapi, selama belasan tahun mengabdi, dan selama itu pula berbagai letusan gunung terjadi, masyarakat selamat dan Mbah Maridjan Juga selamat. Sebagai pengabdian yang tulus, ia bertekad mengandikan dirinya seumur hidup untuk menjaga merapi, apalagi ini juga amanah dari Keraton Yogyakarta. Karena itu sebagai panglima Merapi tidak mungkin ia meninggalkan gelanggang, lari berarti meninggalkan tanggung jawab, pantang bagi seorang brahmana mengabaiakan tiugasnya, karena itu akan dipertahankan hingga denyut nadi penghabisan.
Kamis, 30/09/2010 16:53
Biasanya idul fitri diwarnai dengan kedamaian, tapi tahun ini justru penuh dengan ketegangan. Idul fitri bertepatan dengan 10 september 2010, maka sehari kemudian dilakukan peringatan pengeboman WTC di Amerika. Yang membuat ketegangan peringatan ini adalah adanya upacara pembakaran Al-Qur’an. Lagi-lagi karena terikat oleh kebebasan menghina agama, maka pemerintah tidak memiliki kekuatan hukum untuk melarang tindakan itu. Akhirmya hanya sekadar usul agar tindakan itu tidak dilarang.
Aneh, karena negeri itu memiliki undang-undang keamanan baru pre emptif security yang dibebaskan untuk menangkap orang dimana saja termasuk di negera lain yang dicurigai teoris. Tapi menghentikan orang menghina agama tidak bisa. Walaupun belakangan memang pembakaran besar tidak terjadi, tapi terjadi pembakan kecil-kecilan di sana sini.
Aneh, karena negeri itu memiliki undang-undang keamanan baru pre emptif security yang dibebaskan untuk menangkap orang dimana saja termasuk di negera lain yang dicurigai teoris. Tapi menghentikan orang menghina agama tidak bisa. Walaupun belakangan memang pembakaran besar tidak terjadi, tapi terjadi pembakan kecil-kecilan di sana sini.
Selasa, 07/09/2010 22:21
Ketika Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, berbagai kelompok gerakan di semenanjung Malaya itu minta diajak bergabung dengan Republik Indonesia. Tetapi Kelompok ini ditindas oleh Inggris sampai hilang dari peta politik Malaya, baru kemudian Inggris mendirikan negara Malaysia, yang di sini lebih dikenal dengan Malaysia. Kemunculan Malaysia ciptaan Inggris itu membuat marah Bung Karno karena sebagai sarana imperialis untuk merebut kemerdekaan bangsa-bangsa yang sudah dimerdekakan, sehingga keluar komando ganyang Malaysia, yang dilawan Bung Karno dan rakyat Indonesia bukan rakyat Malaysia, tetapi elit negeri itu yang berkomplot dengan Inggris untuk menancapkan kekuasaannya, termasuk mengganggu kedaulatan negara lain, seperti ketika membantu pemberontakan PRRI Permesta.
Sayang gerakan Bung Karno itu disabut oleh kalangan militer Indonesia sendiri yang secara diam diam berkomplot dengan Malasia-Inggris di sana. Presiden Soekarno dijatuhkan Indonesia pun jatuh terpuruk, dan Malaysia sebuah negeri kecil dengan peradaban masih rendah, dan juga Singapura sebuah daerah kecil yang tidak bisa disebut negeri, menguasai keseluruhan kedaulatan negeri ini. Kaum intelektual dibungkam dengan diberi beasiswa ke universitas terkemuka di dunia. Akhirnya Indonesia menjadi negeri jajah seluruh negara lain, sementara kaum terpelajarnya hanya menjadi buruh. Tidak muncul pemimpin, karena pendidikan dijadikan sarana untuk melahirkan buruh.
Sayang gerakan Bung Karno itu disabut oleh kalangan militer Indonesia sendiri yang secara diam diam berkomplot dengan Malasia-Inggris di sana. Presiden Soekarno dijatuhkan Indonesia pun jatuh terpuruk, dan Malaysia sebuah negeri kecil dengan peradaban masih rendah, dan juga Singapura sebuah daerah kecil yang tidak bisa disebut negeri, menguasai keseluruhan kedaulatan negeri ini. Kaum intelektual dibungkam dengan diberi beasiswa ke universitas terkemuka di dunia. Akhirnya Indonesia menjadi negeri jajah seluruh negara lain, sementara kaum terpelajarnya hanya menjadi buruh. Tidak muncul pemimpin, karena pendidikan dijadikan sarana untuk melahirkan buruh.
Sabtu, 28/08/2010 17:24
Ada dua hal yang menjadi karakter pokok dari Nahdlatul Ulama (NU) yaitu komitmen dan konsistensinya yang sangat tinggi terhadap ahlussunnah wal jamaah dan sekaligus terhadap kebangsaan. Tidak ada organisasi Islam di negeri ini bahkan di dunia Islam yang begitu gigihnya mendalami, mengajarkan dan mensiarkan Ahlussunnah wal jamaah kecuali NU. Prinsip itu tidak hanya ditegaskan dalam Angaraan dasar organisasi, tetapi dijadikan tema dalam setiap kegiatan, baik pengkaderan maupun dalam seminar sepajang organisasi ini ada. Sehingga seolah hanya NU yang ahlussunnah, karena identifikasi yang begitu gigih sehingga Aswaja menjadi identitas yang tidak terlepas dari identitas Nahdliyin.
Selain itu ada satu hal lagi yang menjadi watak khas NU yaitu kesetiaannya kepada paham kebangsaan. Sejak diakuinya paham kebangsaan secara resmi dalam Muktamar NU ke-36 di Banjarmasin, maka tema kebangsaan menjadi sangat penting bahkan kemudian menjadi prinsip dasar NU dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti halnya Aswaja, persoalan kebangsaan ini juga menjadi tema sangat serius dalam NU, sehingga hampir semua kegiatan yang dilakukan NU beserta organisasi serta lembaga yang bernaung di bawah NU, baik Ansor, Fatayat Muslimat, PMII, IPNU, juga lembaga-lembagas seperti Lembaga Dakwah, Lembaga Bahtsul Masail selalu mengangkat isu kebangsaan dalam setiap kegiatan mereka.
Selain itu ada satu hal lagi yang menjadi watak khas NU yaitu kesetiaannya kepada paham kebangsaan. Sejak diakuinya paham kebangsaan secara resmi dalam Muktamar NU ke-36 di Banjarmasin, maka tema kebangsaan menjadi sangat penting bahkan kemudian menjadi prinsip dasar NU dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti halnya Aswaja, persoalan kebangsaan ini juga menjadi tema sangat serius dalam NU, sehingga hampir semua kegiatan yang dilakukan NU beserta organisasi serta lembaga yang bernaung di bawah NU, baik Ansor, Fatayat Muslimat, PMII, IPNU, juga lembaga-lembagas seperti Lembaga Dakwah, Lembaga Bahtsul Masail selalu mengangkat isu kebangsaan dalam setiap kegiatan mereka.
Kamis, 29/07/2010 05:20
Pada zaman dulu pemimpin itu sering dijuluki sebagai penggede. Karena itu sejak kelahirannya, langkah perjuangannya sampai kematiannya selalu ditandai dengan fenomena alam, seperti letusan gunung, banjir besar, terjadinya gerhana atau gempa bumi. Mereka itu disebut penggede atau pembesar karena memang mereka itu orang besar kepribadiannya, besar dan tinggi moralitasnya serta besar cita-citanya. Semuanya itu kemudian terakumulasi menjadi sebuah kharisma, sehingga kemunculannya selalu dihormati baik kawan maupun lawan.
Sekarang ini tidak ada istilah penggede lagi. Jangankan itu, sebutan pemimpin saja sudah hampir tidak ada. Yang ada hanya sebutan yang sebenarnya sangat sinis yaitu elit. Para pemimpin itu hanya disebut sebagai elite, bukan pemimpin apalagi penggede, karena mereka tidak dianggap pemimpin apalagi pemimpin besar. Hal itu tidak lain karena para pimpinan sekarang tidak memerankan diri sebagai seorang pemimpin yang bisa menjadi panutan dan teladan dan tokoh yang mampu memberi motivasi serta mampu menggerakkan perjuangan.
Sekarang ini tidak ada istilah penggede lagi. Jangankan itu, sebutan pemimpin saja sudah hampir tidak ada. Yang ada hanya sebutan yang sebenarnya sangat sinis yaitu elit. Para pemimpin itu hanya disebut sebagai elite, bukan pemimpin apalagi penggede, karena mereka tidak dianggap pemimpin apalagi pemimpin besar. Hal itu tidak lain karena para pimpinan sekarang tidak memerankan diri sebagai seorang pemimpin yang bisa menjadi panutan dan teladan dan tokoh yang mampu memberi motivasi serta mampu menggerakkan perjuangan.
Jumat, 16/07/2010 04:22
Perkembangan sebuah organisasi, bahkan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh tersedianya kader yang bisa melanjutkan kepemimpinan organisasi tersebut. Baik organisasi sosial maupun lainnya, terutama organisasi besar yang bernama Negara. Setiap zaman melahirkan kadernya sendiri dengan karakter sendiri.
Zaman revolusi, walaupun lembaga pendidikan kacau, tetapi zaman itu menempa orang dalam berbagai kesulitan dan tekanan, yang merupakan proses pembentukan mental seseorang. Oleh karena itu kita bisa melihat beberapa kader zaman itu. Walaupun pendidikannya terbatas tetapi cara berpikir, cara mengambil tindakan dan cara menjalankan kebijakan sangat matang, sehingga hasilnya bisa dirasakan sampai saat ini.
Zaman revolusi, walaupun lembaga pendidikan kacau, tetapi zaman itu menempa orang dalam berbagai kesulitan dan tekanan, yang merupakan proses pembentukan mental seseorang. Oleh karena itu kita bisa melihat beberapa kader zaman itu. Walaupun pendidikannya terbatas tetapi cara berpikir, cara mengambil tindakan dan cara menjalankan kebijakan sangat matang, sehingga hasilnya bisa dirasakan sampai saat ini.
Jumat, 02/07/2010 17:42
Sebulan Juni suntuk peringatan hari lahir Pancasila dirayakan oleh seluruh kalangan. Ada yang sekadar formalitas, ada yang menyentuh substansi. Ada yang menganggap Pancasila sebagai rumusan serba ideal, ada yang melihat sebagai minus malum (sedikit buruk) dari pada syariat Islam yang dianggap maximum malum (sangat buruk) ini pendirian yang dipegangi kelompok liberal yang melihat Pancasila bukan baik pada dirinya, tetapi setidaknya masih bisa diterima ketimbang hadirnya syariat Islam yang dianggap sebagai ancaman.
Sebaliknya kelompok Islamis radikal melihat Pancasila sebagai maximum malum itu sendiri, sementara yang terbaik buat mereka untuk diterapkan adalah syariat Islam. Pancasila diterima untuk sementara karena mampu mengakomodasi mereka. Begitulah kira-kira cara orang dalam memandang Pancasila. Melihat apa yang terjadi sebenarnya Pancasila sejak masa reformasi telah digerogoti oleh kedua kekuatan itu, sebagai sistem dan dasar negara yang haru
Sebaliknya kelompok Islamis radikal melihat Pancasila sebagai maximum malum itu sendiri, sementara yang terbaik buat mereka untuk diterapkan adalah syariat Islam. Pancasila diterima untuk sementara karena mampu mengakomodasi mereka. Begitulah kira-kira cara orang dalam memandang Pancasila. Melihat apa yang terjadi sebenarnya Pancasila sejak masa reformasi telah digerogoti oleh kedua kekuatan itu, sebagai sistem dan dasar negara yang haru
Selasa, 22/06/2010 14:49
Kebebasan untuk mendapatkan dan menyiarkan informasi yang diperjuangkan kelompok liberal telah berhasil mewarnai segala aspek kehidupan. Berbagai peristiwa baik positif maupun negatif mendapatkan porsi penyiaran seimbang, tetapi karena the bad news (kriminalitas) dianggap sebagai the good news (berita menarik), maka akhirnya berita buruk tentang kekerasan, pornografi dan segala bentuk kriminalitas menjadi berita dominan di media massa. Walaupun sudah lama disadari bahwa pemberitaan yang panjang lebar dan mendetil tentang modus operandi sebuah kriminalitas, sama dengan mendidik rakyat untuk meniru hal serupa, tetapi kenyataan itu diabaikan saja.
Berita tentang pornografi yang dilakukan beberapa artis belakangan ini mendapatkan ekspos luar biasa, semua median koran dan televisi termasuk internet menyiarkan sedemikian gencar. Tujuan eskpos seperti itu ada yang untuk menghancurkan reputasi seseorang, tetapi ada kalanya juga untuk mengangkat popularitas seseorang. Tetapi sekali lagi imbas yang diabaikan adalah mengajari pemirsa untuk melakukan kejahatan yang sama. Aspek ini yang luput dari perhatian media, yang lebih mengutamakan rating dan oplah serta popularitas juga.
Berita tentang pornografi yang dilakukan beberapa artis belakangan ini mendapatkan ekspos luar biasa, semua median koran dan televisi termasuk internet menyiarkan sedemikian gencar. Tujuan eskpos seperti itu ada yang untuk menghancurkan reputasi seseorang, tetapi ada kalanya juga untuk mengangkat popularitas seseorang. Tetapi sekali lagi imbas yang diabaikan adalah mengajari pemirsa untuk melakukan kejahatan yang sama. Aspek ini yang luput dari perhatian media, yang lebih mengutamakan rating dan oplah serta popularitas juga.
Selasa, 01/06/2010 14:56
Bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang beragam baik dari segi suku, agama dan budaya. Perbedaan itu dipertentangkan secara tajam oleh Belanda sebagai sarana adu domba, agar tidak ada kekuatan pemersatu yang bisa mengancam penjajahan Belanda. Karena itu langkah awal gerakan kebangkitan nasional menjalin komunikasi berbagai golongan yang kemudian menyatu menjadi kekuatan nasional.
Pengalaman kebangsaan itulah saat menjelang kemerdekaan kemudian dirumuskan menjadi Pancasila, sebagai upaya untuk menyelesaikan dan mewadahi berbagai elemen bangsa yang berbeda dalam satu wadah bersama, dengan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan social. Dalam Pancasila ini bangsa Indonesia yang beragam agama, ideologi dan etnis menyatu dengan penuh kerukunan. Sehingga menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar baik secara geografis, secara demografis dan terutama secara politis.
Pengalaman kebangsaan itulah saat menjelang kemerdekaan kemudian dirumuskan menjadi Pancasila, sebagai upaya untuk menyelesaikan dan mewadahi berbagai elemen bangsa yang berbeda dalam satu wadah bersama, dengan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan social. Dalam Pancasila ini bangsa Indonesia yang beragam agama, ideologi dan etnis menyatu dengan penuh kerukunan. Sehingga menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar baik secara geografis, secara demografis dan terutama secara politis.
Kamis, 27/05/2010 16:52
Perjuangan kelompok liberal yang terdiri dari kalangan LSM, kelompok cendekiawan dan aktivis sosial untuk memperoleh kebebasan menodai agama dipatahkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi. Baru saja keputusan itu ditetapkan penghinaan terhadap Agama Islam dimulai lagi dengan menggunakan isu lama yang sangat sensitive bagi umat Islam yaitu pembuatan gambar atau kartun Nabi Muhammad yang dilansir oleh para aktivis anti Islam di berbagai negara Barat.
Kali ini kartun tidak diproduksi oleh seseorang seperti sebelumnya, tetapi dengan memanfaatkan jaringan internet, terutama melalui face book mereka menyelenggarakan lomba pembuatan karikatur Nabi Muhammad. Ini dilakukan agar masyarakat seluruh dunia terlibat sehingga risiko bisa ditanggung bersama. Menghadapi hal itu tentu saja umat Islam sedunia memprotes keras, tetapi demi alas an kebebasan berekspresi, tidak peduli apa yang mereka ekspresikan merugikan pihak lain.
Kali ini kartun tidak diproduksi oleh seseorang seperti sebelumnya, tetapi dengan memanfaatkan jaringan internet, terutama melalui face book mereka menyelenggarakan lomba pembuatan karikatur Nabi Muhammad. Ini dilakukan agar masyarakat seluruh dunia terlibat sehingga risiko bisa ditanggung bersama. Menghadapi hal itu tentu saja umat Islam sedunia memprotes keras, tetapi demi alas an kebebasan berekspresi, tidak peduli apa yang mereka ekspresikan merugikan pihak lain.
Ubudiyah
Jumat, 17/05/2013 08:00
Masih umum kita temukan di lingkungan masyarakat awam adanya kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariah. Terutama kepercayaan memantang (meninggalkan)...
Rabu, 08/05/2013 10:02
Fiqih mengharuskan siapapun yang mengeluarkan air sperma atau air mani baik karena mimpi basah atau karena bersetubuh dengan istri ataupun karena onani (...
Syariah
Rabu, 15/05/2013 14:00
Apakah Rasulullah saw sudah mengerjakan shalat sebelum diperintahkan (diwajibkan) ketika Isra’ miraj? Jika sudah mengerjakan shalat, bagaimana bentuk...
Selasa, 07/05/2013 12:00
Bagi sebagian orang, wudhu merupakan salah satu laku ibadah yang telah merasuk menjadi rutinitas. Setiap kali bersentuhan dengan air, seketika itu pula ia...
Hikmah
Selasa, 14/05/2013 11:02
Di atas padang pasir yang tandus seorang perempuan berusia nenek-nenek tampak sedang berjalan sendirian. Beban berat tergambar jelas di pundaknya. Sengatan...
Selasa, 07/05/2013 11:06
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani (Imam Hambali) suatu ketika dihampiri perempuan muda yang hendak mencurahkan isi hatinya. Perempuan ini...
Taushiyah
Rabu, 01/05/2013 14:45
KH SAID AQIL SIROJ
بِسْمِ الله، الْحَمْدُ ِلله، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا...
Jumat, 05/04/2013 06:03
PIDATO KEBUDAYAAN
"Tiadakah engkau lihat bagaimana Allah menciptakan metafora tentang 'kalimat yang baik' sebagaimana 'pohon yang baik', akarnya kuat (terhunjam) dan cabangnya...
Khotbah
Kamis, 16/05/2013 12:01
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah saw pernah bersabda قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بنفْسِهِ “Tiga perkara yang merusak yaitu, menuruti kebakhilan, mengikuti hawa nafsu dan megagumi diri sendiri”. Sesungguhnya ketiga perkara itu adalah urusan bathiniyah tetapi jika dibiarkan ketiganya dapat merusak urusan lahiriyah, mulai dari merusak tatanan keluarga, budaya hingga tataran ekonomi.
Kamis, 09/05/2013 09:00
KHOTBAH JUMAT
Rasulullah saw pernah bersabda “Walaupun engkau shalat sampai bungkuk, dan puasa sampai kurus seperti tali tampar, semua itu tidaklah diterima Allah swt tanpa wira’i”. Mengapa konsep wira’i demikian penting? Karena konsep itulah yang dapat menyelamatkan bangsa dan negeri ini dari kebangkrutan.
Space Iklan
225 x 180 Pixel
225 x 180 Pixel
Space Iklan
625 x 100 Pixel
625 x 100 Pixel














Pref

